Pamit

Casts: Aron Kwak (NU’EST), Kwon Mina (AOA) || Rate: PG-15 || Genre: AU, Romance, Angst || Length: Drabble || Disclaimer: Plot is owned by me.

.

Jangan paksakan genggamanmu.

.

“Kamu yang nggak pernah ngerti aku, Aron!”

 

Teriakan yang terdengan depresi dengan sepercik isakan mewarnai telepon kabel flat yang tengah menempel di daun telinga milik Aron Kwak di kota Adelaide malam itu.

 

Lelaki berambut hitam segelap langit malam tersebut hanya menghela nafas entah sudah yang keberapa kali.

 

Why?

 

Why is it so hard for him to hold on this relationship?

 

“Kenapa sih kamu nggak pernah ngerti?! Apa kamu selalu ada kalau aku lagi butuh kamu?! Kenapa kamu egois?!”

 

Teriakan itu makin keras terdengar.

 

“Aku nggak egois, Mina. Kamu yang terlalu banyak meminta dimengerti.”

 

“Salah kalau aku lagi butuh kamu?! Salah kalau aku lagi ingin perhatian kamu?!”

 

“Aku capek.”

 

Hanya itu yang mampu diucapkannya pada Kwon Mina sekian detik kemudian, yang ia yakini gadis itu tengah mati-matian menahan isaknya. Gadis itu. Aron benci mendengar isakan gadis itu.

 

Gadis yang amat disukainya. Gadis yang amat disayanginya. Gadis yang amat dicintainya.

 

Dan pula gadis yang kini berada di sudut benua yang berbeda. Gadis yang kini berada di area waktu yang berbeda. Gadis yang kini berada di pelukan angin yang berbeda.

 

Gadis yang dirasainya mulai berbeda.

 

“Maksud kamu apa? Capek?”

 

Suara Mina melunak, namun isakan yang gadis itu tahan amat terdengar jelas.

 

“Kamu pikir kamu aja yang capek? Aku juga capek–”

 

What we have been doing is arguing, and arguing, and arguing, Mina. I am tired. I am fucking tired with this shit.”

 

Tidak terdengar suara lagi dari seberang tepat saat Aron memotong ucapan Mina. Hanya helaan nafas yang menyusul, dan kemudian isakan lagi yang terdengar.

 

Terdengar lebih keras. Terasa lebih menyakitkan.

 

What are you talking about?”

 

“Our arguments have gone shit. Aku sudah terlalu banyak mengalah untuk kamu. Don’t you realize that we are not working?”

 

“Aron–”

 

This relationship is not working, Mina. It’s not working.”

 

“Kamu bicara apa?”

 

Mina semakin memelankan suaranya, bahkan terdengar hanya seperti lirihan saja, membuat Aron lemas mendengarnya.

 

Ia benci jika ia membuat Mina melemah seperti ini.

 

Gadis itu adalah individu terkuat yang pernah dikenalnya seumur hidup. Seorang Mina adalah sebuah matahari yang terus bersinar terang, tidak pernah mengenal sebuah kata kesuraman.

 

Dan ketika seorang Kwon Mina memancarkan kesuraman, semua itu disebabkan oleh seorang Aron Kwak.

 

Kepergiannya. Kesibukannya. Ketidakperhatiannya.

 

“Aku–,” kembali terdengar isakan, terbata-bata, Mina melanjutkan ucapannya, “aku nggak mau kehilangan kamu. Aku nggak mau. I don’t want to lose you. I don’t want to, Aron.

 

“Memaksakan sesuatu itu nggak baik, Mina.”

 

Seakan keputusan yang baru dibuatnya lima menit lalu adalah keputusan yang sudah bulat dan tidak dapat diubah. Yang ia inginkan adalah pisah. Pisah. Pisah. Ia terlalu menyakitkan untuk Mina, dan dia benci akan fakta itu.

 

We are not working anymore.”

 

Tidak ada respon.

 

Aron memejamkan matanya. Mencari seinci beku untuk mendinginkan kepalanya, namun yang dapat dikatakannya hanyalah sepatah kalimat yang ia yakini membuat Mina akan membencinya selama sisa hidupnya.

 

“Aku akan tetap jadi Aron, sahabatmu, bukan?”

 

Dan pertanyaan terakhir Aron direspon sebuah hening panjang dan kemudian nada sambungan yang terputus.

 

Seperti untaian hubungan mereka yang resmi terputus.

.

// Tubuh saling bersandar ke arah mata angin berbeda //

// Kau menunggu datangnya malam, saat ku menanti fajar //

// Sudah coba berbagai cara agar kita tetap bersama //

// Yang tersisa dari kisah ini hanya kau takut ku hilang //

// Perdebatan apapun menuju kata pisah

Jangan paksakan genggamanmu //

// Izinkan aku pergi dulu //

// Yang berubah hanya tak lagi ku milikmu //

// Kau masih bisa melihatku //

// Kau harus percaya ku tetap teman baikmu //

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s