[Myungchan’s Saga: Oneshot] I Love You, Stupid~!

사랑하는 바보~!

I Love You, Stupid~!

~

사랑하는바보

I Love You, Stupid

Pinggiran Sungai Han: 12.30 AM KST

“Aku ingin memiliki waktu berdua saja denganmu.”

Neulchan menolehkan kepalanya yang tertutup topi rajut. Ingin memastikan kata-kata yang baru terurai dari bibir pria di sampingnya. Dilihatnya Myungsoo tengah menatap sungai Han yang tersaji di depannya begitu damai. Neulchan menyunggingkan senyum kecil, “kau tidak takut tertangkap kamera wartawan, huh?”

“Aku kan sudah bilang,” Myungsoo memutar tubuhnya hingga tubuhnya mengarah pada Neulchan. Diputarnya tubuh gadis itu hingga mereka saling berhadapan, “aku ingin memiliki waktu berdua saja denganmu. Masa bodoh jika ketahuan.”`

Neulchan hanya terdiam sambil menggigit bagian bawah bibirnya, tanda ia agak gugup dan salah tingkah. Ia menundukkan kepalanya. Terasa begitu aneh jika bertatapan dengan Myungsoo berlama-lama.

Jarang sekali Myungsoo seperti ini..

“Kau kedinginan?” tanya Myungsoo, dan segera dijawab gelengan kepala oleh Neulchan.

Geotjimariya~ suhu malam ini cukup tinggi.”

“Jika besok badanku panas, orang yang sudah sepatutnya disalahkan eommaku adalah kau.”

Naega?” tanya Myungsoo.

Neneo, Kim Myungsoo,” jawab Neulchan mantap, masih menunduk, “menculikku tengah malam begini untuk melihat Sungai Han yang nyaris kulihat tiap siang.”

“Tapi ini beda, Nona Han yang cerewet,” Myungsoo menghembuskan nafas hingga terlihat kepulan asap kecil keluar dari batang hidungnya, “di sini hanya ada kau dan aku.”

Neulchan mengangguk. Ia memilih menatap ujung sneakers biru tuanya dan ujung sneakers hitam Myungsoo. Ia tidak bisa balas menatap Myungsoo karena.. Ugh, blame on her weird feeling.

“Kalau bicara dengan orang, tatap matanya langsung, Nona Han yang cerewet,” secara tiba-tiba Myungsoo menarik tangan Neulchan yang sedaritadi kaku di samping tubuh gadis itu, “kau gugup ya aku perlakukan seperti ini?”

Mwomwoya!” Neulchan berusaha melepas tangannya, namun aliran hangat yang dipancarkan Myungsoo lewat sentuhan tangannya membuat Neulchan begitu lemah hingga ia tak mampu melawan tenaga Myungsoo yang padahal tidak begitu keras menahan tangannya.

“Bersikap romantis sesekali bisa, kan?” tanya Myungsoo, masih memegang tangan gadis di depannya, “sekarang, coba tatap mataku.”

A~anni,” Neulchan menggeleng.

Myungsoo mendekatkan wajahnya pada wajah Neulchan yang berusaha menunduk semakin dalam, “wae? Kau biasa menatap diriku lewat layar laptopmu, kan? Sekarang orangnya live kenapa tidak ditatap langsung?”

Myungsoo memegang tangannya semakin hangat, memberi keyakinan pada diri Neulchan. Gadis itu perlahan mendongak dan –

– Cup.

Sesuatu yang lembut menekan bibir Neulchan dalam sepersekian detik. Secepat kilat, Neulchan membulatkan matanya. Terkejut.

Ia mendapati Myungsoo sudah menempelkan wajahnya pada wajah Neulchan dengan posisi miring, tanpa jarak satu sentipun.

Neulchan bahkan bisa merasakan jantungnya berdegup tidak normal.

Mati. Ia bisa mati sekarang, ya Tuhan….

“Kita bisa disebut sebagai pasangan, kan?” tanya Myungsoo usai melepas bibirnya dari bibir Neulchan yang berbau stroberi. Ia tergelak melihat ekspresi Neulchan yang tidak terkontrol. Mata gadis itu membulat dan tubuhnya kaku.

Ya~ Han Neulchan, apa kau masih hidup?” Myungsoo melambaikan tangannya di depan wajah Neulchan.

Neulchan seakan tersadar dan –

YAAA!!!”

Myungsoo langsung mengaduh kesakitan begitu Neulchan memukul tubuhnya dengan slingbag kulit cokelat yang gadis itu bawa.

“APA YANG KAU LAKUKAN????! AAHH KAU MENCURI FIRST KISS-KU!!!!”

Myungsoo tertawa dalam teriakannya meminta ampun pada gadis di depannya, “jadi kau belum pernah berciuman? Aigoo kasihan sekali – YA HAN NEULCHAN KEUMANHAE! KEUMANHARAGO~!”

“Jahat sekali kau, Kim Myungsoo!!!”

“Hey hentikan! Aku hanya menempelkan bibirku, itu tidak bisa disebut ciuman!”

“Tapi tetap saja!!!” Neulchan masih memukul Myungsoo dengan membabi buta, “aaaah Tuan Kim yang bodoh!! Bo -”

Teriakan Neulchan terhenti begitu sepasang tangan berhasil menghentikan kegiatannya dengan merengkuh tubuh seratus enam puluh lima sentinya ke dalam pelukan seseorang.

Pelukan Kim Myungsoo.

“Bisa tidak sih kita damai semalam ini saja?” tanya Myungsoo dengan suara pelan, begitu membuai Neulchan seperti angin malam, “boleh kan aku menciummu? Naui yeojachingu~?”

Wajah Neulchan memerah mendengar perkataan Myungsoo. Ia menyembunyikan kepalanya di dalam dada Myungsoo sambil menghirup wangi citrus Myungsoo yang selalu ia sukai.

Myungsoo melingkarkan tangannya di bahu Neulchan dan meletakkan kepalanya di atas kepala Neulchan, “wangi stroberi ini kau dapat darimana, huh?”

Wae?” tanya Neulchan sedikit jinak usai ‘insiden’ tadi.

“Wanginya seperti heroin. Jadi candu,” jawab Myungsoo dan dibalas Neulchan dengan cubitan kecil di perut pria itu.

“Jangan gombal, Tuan Kim yang bodoh,” balas Neulchan, semakin merasa nyaman dengan posisinya.

Ia berharap ia dan Myungsoo bisa begini terus….

“Aku tidak gombal, Nona Han yang cerewet,” Myungsoo terkekeh. Tangannya menyelip ke wajah Neulchan dan menjawil pipi tembam gadis itu, “naui yeoja~”

Naui namja~,” balas Neulchan, lalu Myungsoo dapat merasa gadis itu bergidik, “hiii panggilan itu norak sekali, Myungbabo.”

“Tapi aku suka,” Myungsoo melepas pelukannya, dan menjawil hidung Neulchan, “ayo, panggil aku dengan naui namja.”

Shirheo~,” tolak Neulchan, “norak, tau?”

“Kalau begitu panggil aku dengan oppa~”

Oppa?? Kau bermimpi?”

“Ah, ayolah Neulchan…”

Shirheo~,” Neulchan menggeleng, “shirheo shirheo shirheo~.”

“Ah, susah sekali sih membujukmu,” Myungsoo menarik Neulchan lagi ke dalam pelukannya, “dasar gadis menyebalkan.”

Neulchan tidak menjawab dan membiarkan Myungsoo memeluknya. Angin malam Seoul tidak ia hiraukan. Sudah jam berapa sekarang? Jam 12? Jam 1? Masa bodohlah, toh orangtua dan kakaknya tidak akan ngeh akan kepergian diam-diamnya.

Dalam diam, mereka saling menikmati momen kebersamaan mereka yang sangat jarang mereka alami dalam kehidupan mereka. Myungsoo, dengan sifat arogannya, dan Neulchan, dengan sifat kekanak-kanakkannya, untuk saat ini, menjadi individu yang begitu manis.

Myungsoo mendekap Neulchan erat. Secerewet apapun gadis ini, sekanak-kanakkan apapun gadis ini, seceroboh apapun gadis ini, Han Neulchan akan selalu menjadi gadisnya.

Saranghaneun babo~,” bisik Neulchan membuat Myungsoo menunduk untuk menatap matanya.

Cup!

Secepat kilat, Neulchan memberi kecupan singkat pada Myungsoo dan menyengir, “balasan untuk yang tadi.”

“Kalau begitu sering-sering saja aku menciummu.”

Myungsoo baru saja hendak mendekatkan kepalanya, saat Neulchan menyambut bibir Myungsoo dengan jemarinya, “ayo jawab ucapanku tadi, Tuan Kim yang bodoh.”

Nado saranghaneun babo~”

Keduanya terkekeh dan kembali berpelukan.

“Kalau Woohyun dan Sunggyu hyung tahu soal ini, mereka akan terkena penyakit serangan jantung, bukan begitu?”

“Dongwoo oppa dan Seungyeol oppa juga!”

 Keutt~!

 

6 thoughts on “[Myungchan’s Saga: Oneshot] I Love You, Stupid~!

  1. Ugh, blame on her weird feeling…
    Wkwkwk… Wow, aku tiba2 nyasar kesini gara2 ke’klik’ foto cakepnya L :p
    Simple, but a good story,..
    pendiskripsiannya manis banget ^^

  2. halo perkenalkan nama saya ?
    tida tidak saya istri jang wooyoung like your imagination chingu

    (^^)9 semangat terus ga buat ff baru
    like this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s