My Step Brother [Part III/?]

Title             : My Step Brother [Part III/?]

Casts           :

–          Kim Myungsoo/L (Infinite) as Kim Myungsoo

–          Han Neulmi (OC) as Han Neulmi

–          Song Seunghyun (FT Island) as Song Seunghyun

–          ++ minor casts

Rate             : PG – 13

Genre          : Family, romance

Disclaimer    : This plot and all the OC(s) are belong to Nisaiueo – the others are not except L :p lol~ it’s fictional.

+++

[Prolog] | [I]  | [II]

PART III

You date with him??

“Kau kenapa sih?!” tanya Neulmi kesal pada kakak tirinya itu, “memangnya aku apa kau tarik-tarik begitu?!”

“Kau manusia, bodoh,” jawab Myungsoo melepas helm-nya, “dan aku tidak kenapa-napa.”

“Tapi kau tadi menarikku di depan Seunghyun! Itu tidak sopan!”

Wae? Kau malu? Kau ingin harga dirimu terlihat tinggi di matanya?”

A –anni! Keunyang annira! Tapi bisa kan baik-baik ngajaknya!”

“Tch~ jika melihat bagaimana caramu berbicara dengan Seunghyun, bisa-bisa kita pulang jam sebelas malam!”

Neulmi mendengus melihat Myungsoo ngeloyor begitu saja dari hadapannya –masuk ke rumah dan menghilang di belokan tangga.

Aishhh neo jugoshippeo, Myungsoo-ssi. Kau ini benar-benar….!!!!” Neulmi menghentakkan kakinya kesal.

+++

Myungsoo merebahkan tubuhnya, membiarkan dirinya dikelilingi buku musik yang terbuka dan lembaran lagu yang belum ia temukan kunci gitarnya.

Ia melirik jam dinding bersimbol chelsea di sisi kamarnya.

Pukul satu malam.

Dan ia belum bisa tertidur, sementara ia yakin, Neulmi sudah terbang ke alam mimpi sedari pukul sembilan tadi, karena begitu lagu The Boys dari Girls Generation sudah tidak terdengar, dan digantikan bunyi kucuran, lalu digantikan oleh suara sunyi senyap, Myungsoo yakin bahwa adik perempuannya itu sudah tertidur pulas.

Myungsoo bangun, duduk dan bersandar di sisi ranjangnya. Pikirannya mengulas balik kejadian tadi siang.

Bukan kejadian tentang Minhyuk yang memberitahu bahwa Son Naeun sudah debut, tapi mengenai Neulmi dan Seunghyun.

Apa mungkin Myungsoo hanya kelilipan debu saat ia melihat Neulmi yang tampak merona dan Seugnhyun yang tampak salah tingkah saat mereka saling bertatapan?

Apa Myungsoo hanya disorientasi saat ia merasa ia tidak suka dengan pemandangan itu?

Ah, babo,” umpatnya pada diri sendiri, “tidak mungkin. Gadis itu? Dia? Tidak mungkin. Kau hanya terlalu berlebihan menjalani peranmu sebagai kakak, Myungsoo.”

“Ya… kau hanya berlebihan.”

+++

Seorang anak laki-laki berusia tiga belas tahun tengah memunggungi seorang gadis yang tengah bermain dengan rerumputan.

“Aku membencimu.”

“Apa?”

Myungsoo kecil menghela nafasnya, “kau tidak dengar? Aku membencimu!”

“Wae?” tanya Neulmi.

“Wae? Wae?” ulang Neulmi dengan wajah merah padam menahan kesal, Apa kau jauh-jauh datang dari Daegu hanya untuk memarah-marahiku?”

“Sudah tidak usah berteman lagi denganku!” teriak Myungsoo, “kau sudah punya teman baru, kan? Siapa namanya? Baekhyun? Cih~”

“YAH!” teriak Neulmi, “neo wae?” Neulmi meletakkan kedua tangannya di pinggang, “Baekhyun jauh lebih baik darimu yang suka marah-marah nggak jelas!”

“Apa itu penting untukku?” tanya Myungsoo balik berkacak pinggang, “sudah, jadi kau tidak perlu menjalin pertemanan lagi denganku!”

“YAH KIM MYUNGSOO NEO JINJJA!!!” teriak Neulmi dengan sekuat tenaga, “kau ini kenapa sih?!”

“Aku ini hanya anak yatim yang bergantung hidup dengan eomma-ku yang pas-pasan di Daegu! Berbeda dengan Baekhyun yang hidup berkecukupan sepertimu.”

“Myungsoo-ya, wae?” tanya Neulmi menatap Myungsoo sedih, “aku tidak peduli bagaimana hidupmu.. eomma mengajarkan aku berteman dengan siapapun..”

“Toh kini kau sudah memiliki.. siapa? Baekhyun?”

“Ugh, Myungsoo!!! Kau ini kenapa sih!!!”

 

Neulmi terbangun dari bunga tidurnya. Jam hello kitty yang bertengger di dindingnya menunjukkan bahwa sudah pukul empat pagi.

Neulmi mengusap wajahnya dengan terengah-engah seraya mengucapkan nama Tuhan untuk memuji-Nya telah membangunkannya dari mimpi itu.

Mimpi itu terasa nyata, dan memang mimpi itu nyata.

Itulah pertemuan terakhir ia dan Myungsoo sebelum ia dan lelaki itu bertemu lagi di saat kedua orangtua mereka memutuskan untuk menikah.

Myungsoo yang pindah ke Daegu membuat Neulmi kesepian, dan ia menerima pertemanan dari tetangga barunya, Byun Baekhyun. Saat Myungsoo berkesempatan mengunjungi Busan, ia melihat Neulmi tampak bahagia bermain dengan Baekhyun, pulang sekolah bersama.. sepertinya gadis itu sama sekali tidak merasa kehilangan akan dirinya.

Dan sebagai lelaki berumur tiga belas tahun, yang ia inginkan hanya memarahi Neulmi karena gadis itu menggantikan posisinya dengan pria dengan nama yang identik dengan namanya.

“Hassssh,” desah Neulmi, “kalau sudah begini aku tidak bisa tidur lagi!”

+++

Hari itu hari minggu. Tidak ada ayah Neulmi dan ibu Myungsoo di rumah karena keduanya tadi malam secara mendadak pergi ke Daegu untuk sebuah urusan, dan kedua anak mereka tidak mau tahu menahu soal itu.

Myungsoo menemukan Neulmi sudah duduk di sofa ruang tengah sambil menikmati tayangan infotainment di televisi, membuat lelaki itu berdesis, “cih~ dasar wanita.”

Neulmi merespon tanpa menoleh, “nggak perlu protes.”

Myungsoo mengedikkan bahunya dan menyambar selembar roti di meja makan dan menyumpalnya ke dalam mulut.

Grup pendatang baru, Apink mendapat respon positif dari para penggemar musik korea. Dengan konsep yang fresh dan girly, grup ini berhasil melesat sebagai girlgroup rookie nomor satu untuk tahun ini. Grup ini terdiri dari Park Chorong, Yoon Bomi, Jung Eunji, Son Naeun –

Myungsoo membiarkan rotinya tergumpal di dalam pipinya saat ia melihat wajah seorang gadis yang amat dikenalnya lewat melintas di televisi sebagai Son Naeun, anggota girlgroup Apink.

“Whoa,” decak Neulmi kagum, “mereka hebat sekali, seumuranku tapi sudah berhasil debut. Ckck… ayo berjuang, Neulmi.. kau pasti bisa.”

Myungsoo tidak melepas pandangannya dari layar datar berukuran 29 inci itu.

Gadis itu bukan lagi gadis biasa.

Gadis itu bukan lagi Naeunnya yang dulu.

Myungsoo menelan bulat rotinya.

Ia harus bisa menelan fakta itu.

 

“Wae?” Neulmi tahu-tahu berada di samping Myungsoo, melihat mata pria itu tidak teralihkan dari televisi, “kau suka juga dengan Apink?”

Myungsoo langsung tersedak karena pertanyaan Neulmi. Roti yang dimakannya nyangkut di tenggorokan, “uhuk!!!”

Refleks, Myungsoo menegak minuman di dekatnya sambil diiringi decakan Neulmi.

“Ckckck.. Makanya makan itu pakai etika!”

“Berisik,” dengus Myungsoo.

Neulmi menjulurkan lidah membalas Myungsoo. Tak lama kemudian, nada dering terdengar dari arah sofa. Neulmi melompat ke sofa sambil diiringi decakan Myungsoo, membaca pesan yang masuk.

Neulmi-ya, apa hari ini kau ada waktu luang? Aku punya dua tiket nonton bioskop..

“KYAAAAAAA!!!!” Neulmi berteriak dan langsung meloncat dari sofa, “KYAAA!!!”

YAH!” sekarang giliran Myungsoo yang berteriak, “neo mwoya???”

“KYAA!!!” Neulmi masih berteriak, “DIAJAK KENCAN!!!!!”

“Tch~ dasar norak,” desis Myungsoo, “mustahil jika ada yang mengajakmu kencan. Perbandingannya satu banding seribu, yeah kecuali pria itu buruk rupa dan tidak memiliki orang lain untuk diajak kencan pada hari ming – AW!”

Perkataan Myungsoo itu terpotong oleh cubitan yang sangat keras di lengan atas Myungsoo.

Neo jugoshippeo??” bentaku Myungsoo, sedangkan Neulmi mendengus.

“Dengar ya!” Neulmi menunjuk wajah Myungsoo to the point dengan telunjuknya, “gini-gini, aku itu sudah pernah pacaran! Dan gini-gini banyak pria yang menyukaiku. Dan juga, kau tahu siapa yang mengajakku?”

Myungsoo mengedikkan bahunya dengan tatapan tidak peduli.

“SONG SEUNG-HYUN!” Neulmi berkata dengan penuh semangat, “pokoknya hari ini aku mau pergi sampai malam jadi jangan cari aku!”

Mwoya? Tch~,” Myungsoo mendengus, “siapa juga yang akan mencarimu!”

Neulmi menjulurkan lidah lagi dan gadis itu melesat menuju kamarnya. Meninggalkan Myungsoo yang diam setelah Neulmi tidak melihat ke arahnya.

Myungsoo tidak suka dengan kencan yang akan dilakukan Neulmi hari ini.

+++

Anni~ anni,” Neulmi menempelkan sehelai dress berkerah sabrina dengan warna hitam di atas tubuhnya, “gelap begini, memangnya aku mau ke pemakaman?”

Neulmi melempar gaun tersebut dan mencari dress yang lain. Ia menemukan sehelai dress bernuansa ungu yang mulai lusuh di beberapa bagian, “ige mwoya??? Kapan aku pernah menyimpan dress ini???”

Neulmi lagi-lagi melempar dress tersebut ke atas kasur dan menghela nafas sambil mengacak rambutnya frustasi, “argggh! Kau ini kenapa sih, Han Neulmi?? Kau itu cuma diajak nonton!”

+++

Brummmm~

Deru suara mobil terdengar di depan rumah membuat Myungsoo bangkit dari sofa. Ia mengecilkan volume tv sejenak untuk mengenali deruman mobil tersebut, dan berjalan mendekati interkom yang memperlihatkan halaman depan mansion keluarga Han. Seorang pria membuka pintu mobil dan merapikan kemeja yang dipakainya. Myungsoo mengenali sosok itu di kegelapan malam.

Seunghyun.

Pria itu mengeluarkan sesuatu dari jaket motornya, dan Myungsoo sudah menyipitkan mata untuk melihat itu, tapi ia tidak bisa. Dan seperti yang Myungsoo duga, Seunghyun menekan bel pagar mansion keluarga Han.

Tingtong~!

Nuguseyo?” tanya Myungsoo –belagak tidak tahu bahwa tamunya adalah Seunghyun.

“Oh, Myungsoo-ya,” terdengar balasan dari Seunghyun, “naega, Seunghyun.”

“Ada apa ke sini?” tanya Myungsoo –tidak bisa menutupi rasa tidak sukanya.

“Ehm~ aku ingin bertemu dengan adikmu. Aku ada janji dengannya.”

“Jeongmal? Janji mwoya?”

“Sepertinya kau tak perlu tahu itu, Myungsoo-ya. Kau bisa bukakan saja pagarnya?”

Myungsoo mendengus. Ia menekan tombol agar pagar terbuka, dan kemudian terdengar suara Seunghyun dari interkom, “gomawo.”

Myungsoo lantas membuka pintu depan, dan ia melihat sosok Seunghyun lebih jelas tengah berjalan menuju pintu. Sahabatnya itu melambaikan tangan dan hanya dibalas Myungsoo dengan tatapan datar. Seunghyun terlihat rapi malam ini dengan kemeja putih dan celana jeans. Ia juga membawa setangkai bunga mawar merah di tangannya.

“Hai,” Seunghyun sampai di depan Myungsoo dengan senyum. Kepalanya berusaha menengok ke belakang Myungsoo.

Mwoya?” tanya Myungsoo dengan nada menyebalkan ditambah posisinya yang bersandar di kusen pintu dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Adikmu mana?” tanya Seunghyun. Matanya lalu menjelajah ke halaman depan mansion rumah keluarga Han yang cukup luas, “rumahmu sekarang bagus sekali, Myungsoo-ya.”

“Tidak jauh dengan rumahmu,” Myungsoo mengedikkan bahunya, “lagipula ini bukan rumahku.”

“O~,” jawab Seunghyun singkat, “adikmu mana?”

“Adik nugu?” tanya Myungsoo dengan nada semakin menyebalkan, “aku tidak punya adik, kau tahu itu.”

Ddakk~! Tiba-tiba terdengar suara jitakan pelan mendarat di atas ubun-ubun Myungsoo.

“Aku ini adikmu, OPPA~ kekekeke,” tiba-tiba muncul Neulmi di belakang Myungsoo, membuat Myungsoo kaget setengah mati.

YAH! Apa-apaan kau?!” teriak Myungsoo kesal. Diamatinya Neulmi dari atas sampai bawah. Ia akui, Neulmi sangat manis dengan dress selutut bercorak floral dan cardigan kuning gading.

“Neulmi,” Seunghyun tersenyum, membuat Neulmi ingat bahwa ada Seunghyun di depannya.

“Ah, Seunghyun,” Neulmi langsung mendorong Myungsoo mundur dan ia berdiri di depan Seunghyun.

“Aku bawa ini,” Seungyun menyodorkan setangkai mawar merah yang disambut oleh Neulmi.
Gomawo.”

Myungsoo berdesis pelan melihat rona kemerahan Neulmi dan segera menggumam, “tch~ kau tidak usah pura-pura menyukai bunga itu. Kau kan lebih suka mawar putih.”

Seunghyun dan Neulmi menoleh ke arah asal celetukan itu. Myungsoo membuang muka sambil bersiul pelan. Neulmi menatanya dengan tatapan ingin membunuh.

“Kau.. tidak suka bunganya?” tanya Seunghyun membuat Neulmi kembali memalingkan wajahnya ke arah Seunghyun dan segera menyengir kecil.

Anniya! Igeo nan johahae!

“Aku tidak tahu kau lebih suka mawar putih.”

“Aish, kwaenchanhaeyo,” Neulmi mengibaskan tangannya dan menoleh ke arah Myungsoo, “aku pergi dulu ya. Jaljjayo, OPPA.”

Myungsoo tidak menjawab, malah mengangkat alisnya sebelah, membiarkan Neulmi menjulurkan lidah kepadanya.

“Kkajja,” Seunghyun menyodorkan lengannya pada Neulmi, membuat gadis itu terpana sesaat. Entah refleks atau apa, Neulmi menoleh ke arah Myungsoo lagi. Namun kakak-nya itu acuh saja, membuat Neulmi mendengus dan menyambut uluran lengan Seunghyun dengan ceria.

“Kkajja!”

Myungsoo mengawasi dari jauh saat adiknya membiarkan Seunghyun membukakan pintu untuknya dan Neulmi tersenyum.

Begitu manis.

Dalam kegelapan pun Myungsoo dapat melihat senyuman Neulmi yang terlihat tidak berbeda dari mereka kecil.

Begitu mobil Seunghyun melaju, Myungsoo menutup pintu dan menghela nafasnya.

Ada perasaan aneh yang menelusup ke dalam hatinya.

Ia tidak menyukai kehadiran Seunghyun di dalam hidupnya dan Neulmi.

+++

“MYUNGSOO CEPAT SEDIKIT!!!!”

Teriakan bernada nyaring itu menggema di seisi mansion keluarga Han, membuat beberapa pelayan terkekeh kecil melihat nona muda mereka melipat kedua tangannya sambil merengut kesal. Neulmi bahkan berkali-kali menghentakkan sneakers ungu-nya ke lantai marmer ruang tengah.

“MYUNGSOO!!!!!!!!”

Melupakan kata oppa yang sempat terlontar dari bibirnya beberapa hari ini, Neulmi menggertakkan giginya kesal.

“Nona, saya akan menyuruh Janghyeok untuk mengantarkan Anda ke sekolah hari ini.”

Neulmi menoleh ke arah Kim ahjusshi, kaki tangan ayahnya yang begitu setia melayani keluarganya sejak ayahnya menduduki jabatan cukup tinggi di perusahaannya, “tidak perlu, ahjusshi.”

“Tapi Nona akan terlambat.”

“Yang sekarang bertugas mengantar jemputku adalah pria bernama Kim Myungsoo itu. Jadi Kim ahjusshi tidak perlu repot-repot.”

“Tapi Nona…”

Neulmi menatap jengah jam tangan swatch putih yang melingkari pergelangan tangan kirinya dan mendengus. Ia menggulung lengan blazer dan seragamnya, lalu menggertakkan gigi, “awas kau Kim Myungsoo!”

Dengan langkah pasti, Neulmi menaiki tangga. Dengan tidak sabaran, gadis itu memuat kenop pintu kamar Myungsoo yang terletak di sebelah kamarnya, “APA YANG KAU LAKUKAN KENAPA KAU LAMA SEK-”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!”

8 thoughts on “My Step Brother [Part III/?]

  1. Hahahahaha,, saya suka saya sukaa….
    Lanjut yak.. Gak sabar bacanya. Mianhe, part 3 baru kommen eonnie. Buruan ya eon.. ^^

  2. Kyaaaaaaaa ada apaaaaaaaa!??? Min lanjut secepatnya kgak mau tao. Harus cepet xD iam so curious yeeaaahh /joget/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s