[Neulminho’s Tale /Ficlet] Et Estrany

Casts:

  • Han Neulmi (Author)
  • Choi Minho (SHINee)
  • Shim Changmin (TVXQ)
Rate: PG
Genre: Romance as usual
Length: 700such words, it shud be ficlet but idk lol~
a/n: Another lovey dover Neulminho’s tale. Pls comment and like, pleaseee hehe ^^
***Et Estrany / I Miss You***

“Aku akan kembali untukmu setelah semuanya selesai, Mi.. aku akan kembali. Kumohon, tunggu aku..”

===/

Bulir demi bulir air mata turun mengalir dari pelupuk mata kanan seorang Han Neulmi. Kalimat terakhir dari bibir Choi Minho selalu terngiang-ngiang di benaknya, menimbulkan perasaan sesak dan kesedihan mendalam. Kalimat yang dijanjikan Minho lima tahun lalu, nyatanya tak pernah terjadi.

Minho tidak pernah kembali –lebih tepatnya, belum kembali. Lima tahun pria itu hilang saat menjalankan tugasnya sebagai tentara. Lima tahun sudah Minho meninggalkan Neulmi dalam keadaan dilanda rindu yang amat sangat dan tak dapat dikendalikan oleh gadis itu.

“Sampai kapan kau mau begini?” seorang wanita yang tampak lebih tua dua-tiga tahun dari Neulmi masuk ke kamar di mana Neulmi sedang duduk termangu di atas sofa merahnya sambil menatap pemandangan sore distrik Gangnam-gu yang tersaji dari balkon kamarnya.

Han Sunhwa mengelus helaian rambut kecoklatan adiknya dengan sayang, “Neulmi, aku bukannya tidak memihak padamu,” Sunhwa lalu menyingkirkan helaian rambut Neulmi yang menutupi wajah adiknya, “tapi umma dan appa benar… Kau sudah memasuki umur ke dua puluh enam, Neulmi.. Ini sudah waktunya kau menikah.”

“Kau tahu sendiri, onni. Aku tidak mau menikah jika pasanganku bukan Minho,” respon Neulmi tegas.

“Tapi Minho tidak akan pernah kembali, Neulmi.”

“Dia akan kembali untukku, onni! Dia sudah berjanji!” tegas Neulmi lagi.

“Lima tahun kau menunggunya, Neulmi. Itu sudah cukup. Kau tahu sendiri rombongan tentara seangkatan Minho sudah kembali dari dua tahun lalu. Tidak menutup kemungkinan bahwa Minho gugur saat –”

Onni jangan sok tahu!” tandas Neulmi dengan nada keras, “kalau Minho meninggal pasti ada pengumumannya! Sedangkan Minho masih dalam status hilang! Onni tidak tahu apa-apa!”

Sunhwa terdiam sesaat. Membiarkan Neulmi mengatur emosinya. Tak lama adiknya mengeluarkan isakan kecil yang membuat hati Sunhwa miris.

“Tolong katakan pada mereka… umma dan appa… aku tidak mencintai Changmin oppa.. menyukainya pun tidak… onni, kumohon.. aku hanya ingin Minho.”

Sunhwa tidak membalas ucapan Neulmi, hanya merangkul adiknya itu, membiarkan tangisan dan isakan membasahi blus ungunya.

***

“Dua puluh menit, dan kau harus cepat turun ke bawah, Neulmi-ya.”

Neulmi mengangguk patuh saat ibu dan ayahnya keluar dari kamarnya, meninggalkannya di kamar. Neulmi kemudian mematut bayangannya di cermin. Terpantul bayangan wajahnya yang tampak terlihat ‘lebih segar’ daripada hari biasanya, berkat make up tipis dan segar yang dipoleskan di wajahnya. Rambutnya digerai dengan sisi kanan yang tersisipkan oleh jepit pita warna putih, dan poni yang sedikit membantu menghilangkan kesan ‘sayu’ di matanya. Tubuhnya terbalut oleh mini dress putih berlacey yang baru dibelikan ibunya minggu lalu.

Neulmi lalu menatap selembar foto ia dan seorang pria berambut cokelat pendek dengan balutan seragam SMA. Pria yang tak lain adalah Minho memeluknya dari belakang dengan senyum khas, sedangkan Neulmi yang memegang kamera polaroid menyengir lebar.

Itu hanya selembar foto yang tidak cukup menggambarkan keintiman Minho dan Neulmi. Neulmi kemudian tergerak untuk berjalan ke lemarinya. Neulmi lalu mengangkat lipatan baju-bajunya, dan berhasil mengeluarkan sebuah kotak kaleng cukup besar yang tersembunyi di sana. Neulmi mati-matian menahan isak tangisnya melihat lembar demi lembar foto yang mewakilkan kenangan mereka berdua. Saat SMA.. Saat kuliah.. dan saat Neulmi melepas kepergian Minho untuk bertugas. Foto terakhir di mana Minho mengecup puncak kepala Neulmi, dan Neulmi terpejam. Foto itu berlatar di bandara dan diambil oleh Sunhwa, kakak Neulmi.

“Minho…. neo eodiya?” tanya Neulmi pada selembar foto Minho yang ia ambil candid, “Minho-ya.. kenapa kau belum kembali juga, huh? Kau ini merindukanku atau tidak?”

Tangis Neulmi kembali pecah, “neo eodiya, Minho-ya?… Neo eodi?”

Beruntunglah Sunhwa sudah memakai make up anti ressistant, karena tangis Neulmi benar-benar pecah.

***

Neulmi terdiam. Matanya menatap secangkir teh hangat yang tersaji di depannya tanpa minat. Pikirannya kosong. Ia bahkan membiarkan suara-suara antusias di sekelilingnya tanpa berminat memberikan sepatah dua patah komentar.

“Bagaimana kalau tanggal 4?”

“Andwae. Tanggal 4 itu tanggal sial.. Bagaimana kalau tanggal 11?”

“Ah, bagus juga. Yeobo, otte? Tanggal 11?”

“Aku setuju dengan pilihan para istri. Bukan begitu?”

“Benar. Aku mengikuti keputusan kalian.”

“Hm… baiklah… Lalu bagaimana dengan desain undangannya? Changmin sangat suka sesuatu yang klasik.”

“Neulmi suka dengan warna biru muda. Nah ini bagaimana?”

“Bagus… lalu bagaimana dengan gaun?”

Changmin hanya membalas ucapan ibunya –dan kadang ucapan calon mertuanya– dengan senyuman singkat, tanda ia mengikuti apapun pilihan para ibu. Matanya mengarah pada Neulmi yang duduk di sebelah ibunya tanpa ekspresi.

“Kau sakit, Neulmi-ya?”

Neulmi menggeleng begitu Shim Changmin bertanya padanya. Tanpa menoleh. Hanya gelengan singkat. Sudah cukup bagi Changmin mengartikan bahwa memang ia selamanya tidak akan bisa mengisi relung hati Neulmi yang kosong.

Bukan kosong, sebenarnya. Terisi.

Hanya saja yang mengisinya dinyatakan hilang sampai sekarang. Semua orang ragu akan hidupnya Minho. Termasuk keluarga Minho sendiri yang berusaha menghapus bayangan tentang putra mereka.

Tapi Neulmi tidak bisa.

Dan ia –Changmin– tahu bahwa ia takkan bisa mengisi atau setidaknya menggantikan posisi Minho. Ia tahu persis itu.

***THE END or TBC (?)***

The end atau to be continued? Tergantung peminat~~ hehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s