HANA [PART 3/?]

Author: Nisaiueo/Aeeen

Casts: HANA Girls and others

Rate: G

Genre: Friendship -for this one

Category: Continue/On-going/ Chaptered

Disclaimer: Just own the story~

a/n: Focused on Choi Youngra. Sorry for 5-months-un-updated. Bener-bener mentok ide. Parah banget -_- ada usulan untuk ide ff HANA? Comment aja ya :3 dan lagi lagi lagi, mohon maaf atas keterlambatan fanfic😦

NO BASHING, NO PLAGIARISM, AND NO SILENT READER!!!!!

Previous story: PART 2

Jin Ah membuka agendanya, “besok, HANA akan melakukan pemotretan jacket photo di studio dekat Apgujeong, disusul perkenalan singkat HANA lewat video berdurasi kurang lebih satu setengah menit di ruang latihan yang akan dipublikasikan lewat youtube,” Jin Ah membaca halaman berikutnya, “keesokan harinya, HANA shooting MV Going Crazy.”

“Bagus, semuanya sudah terencana.”

***PART 3***

23 Januari 2011 – Apgujeong

“Ya, keutt!”

Keenam anggota HANA langsung menghembuskan nafasnya lega dan membungkuk kepada para kru yang ikut andil dalam pemotretan jacket photo album debut mereka.

“Kamsahamnida, kamsahamnida.”

Youngra lantas berjalan menuju Jin Ah yang melambaikan tangan padanya, “ne onni?”

“Handphone-mu bergetar terus daritadi.”

“Ah, jinjja?” Youngra langsung menyambar tas slempang yang tersampir di kursi dan merogohnya, mengeluarkan handphone miliknya.

“Aku tadi mau mengangkatnya, tapi tadi aku harus memantau kalian,” Jin Ah lantas menolehkan kepalanya, mencari seseorang, “mana Shinhyo?”

Youngra mengedikkan bahunya tanda ia tak tahu, “toilet mungkin?”

“Keurae, aku tinggal sebentar ya,” Jin Ah lalu melengang meninggalkan Youngra yang mengecek panggilan masuk terakhir ke dalam handphone-nya

Dua belas panggilan terlewat dari seseorang yang sama.

CSW.

Choi Siwon.

Youngra menghela nafasnya melihat nama itu, “mau apa lagi sih dia? Orang ini benar-benar… apa sih maunya?”

***

Van HANA kali itu tidak terdengar rentetan omelan Sooae atau celotehan Jirin. Pemotretan jacket photo mereka benar-benar menyita waktu. Sooae dan Jirin sudah terlelap –mungkin kecapekan. Kimrii yang terlihat kurang enak badan juga tertidur. Ririn tenggelam dalam novel fiksi yang tengah ia baca, Shinhyo asyik sendiri dengan dunianya bersama PSP kesayangannya, dan Youngra sendiri tengah menikmati pemandangan Seoul yang tampak masih tertutup salju karena bulan ini memasuki musim salju periode terakhir. Artinya, musim semi sudah berada di depan mata.

Van melaju disupiri oleh salah satu supir SM dan Kim Junghyoon –manajer HANA tampak berbicara dengan seseorang lewat telepon, sedangkan Jin Ah berada di sebelah Shinhyo sedari masuk van.

Youngra memejamkan matanya perlahan. Ia akan debut sebentar lagi. Memasuki dunia musik Korea yang memiliki persaingan sangat ketat. Kalau mereka bisa bertahan, mereka akan berjaya, jika tidak, tidak menutup kemungkinan SM akan menyingkirkan mereka dari daftar artis SM Entertainment.

Semua kerja keras ia dan anggotanya selama trainee akan terbayar. Ia yang baru trainee setahun dan mencicipi tiga tahun bangku SM Academy saja sudah merasa capek sekali. Bagaimana Shinhyo? Bukankah maknae itu sudah mencicipi tujuh tahun trainee? Pasti melelahkan, membosankan, melihat satu persatu teman-temannya debut sementara ia belum memiliki kejelasan. Apalagi Shinhyo juga trainee menari, tetapi saat debut, sama sekali tidak terpakai. Sia-sia.

“Ayo, semua bangun,” suara Kim Junghyoon membuat Youngra tersadar dari lamunannya. Keenam anggota HANA turun dari van dan menuju ruang latihan di lantai empat.

Ruang latihan TRAX. TRAX dan HANA memang akan bertukar ruang latihan. Sudah ada tiga kursi di depan, dan kamera di atas tripod.

“Kimrii, Jirin, dan Ririn duduk, lalu Sooae di belakang Ririn, Shinhyo di belakang Kimrii, dan Youngra di belakang Jirin.”

Semua anggota menempati posisi, dan kemudian tersenyum cerah, memperlihatkan ekspresi wajah cerah yang akan menyambut musim semi, sangat berbeda dari wajah muka letih mereka di van.

“Senyum jangan lupa, dan tunjukkan antusiasme kalian untuk debut. Bicara sesuai porsi kalian yang sudah Jin Ah-ssi atur kemarin.”

Seorang pegawai SM lantas menekan tombol, “dalam hitungan ketiga, rekaman dimulai.”

Jin Ah dan Junghyoon menyingkir ke samping agar tidak tersorot kamera.

Hana.. Dul.. Set.

Begitu sinar merah kecil muncul di pinggir lensa, serempak keenam gadis itu langsung membungkuk dan tersenyum cerah.

“Annyeong haseyo, urineun HANA-e imnidaaaa!” teriak gadis itu serempak.

“Annyeong haseyo,” Kimrii membungkuk dan tersenyum, “Cho Kimrii imnida. Leader, gitaris, dan additional rapper. Bangapseumnida~,” Kimrii tersenyum lebar.

“Annyeong haseyo~ Park Jirin imnida. Pianis dan additional vokalis dari HANA. Bangapseumnida~,” Jirin membentuk dan memperlihatkan eye-smilenya yang manis (membuat Shinhyo nyaris muntah, kenapa sih Jirin bisa membentuk eyesmile? Dan untuk apa harus sok imut di depan orang? -_-)

“Annyeong haseyo, Choi Ririn imnida sebagai Violinis. Bangapseumnida,” Ririn membungkuk dan tersenyum.

“Annyeong haseyo~ Jung Sooae, vokalis dan basis dari HANA imnida. Bangapseumnida,” Sooae melambaikan tangannya dan tersenyum manis.

Giliran Youngra, ia tersenyum dan membungkuk, “annyeong haseyo, Choi Youngra imnida sebagai drummer. Bangapseumnida,” Youngra kembali membungkuk.

“Ah,” Shinhyo terlihat sedikit kikuk lalu membungkuk dan tersenyum dipaksakan, “annyeong haseyo, Hwang Shinhyo imnida sebagai gitaris dan maknae. Bangapseumnida.” (Jirin nyaris tergelak melihat ekspresi dipaksakan Shinhyo. Orang ini benar-benar nggak bisa senyum kali ya -_-)

“Kami adalah girl group berkonsep band dan kami akan menyapa kalian dengan single Going Crazy sebentar lagi,” ucap Kimrii.

“Dan kami berharap kalian memberikan respon positif pada kegiatan debut kami karena kami akan berkerja keras terus menerus untuk menjadi semakin baik,” lanjut Sooae, “sampai jumpa, dan hana dul set, uri..”

“HANA-E IMNIDA! KAMSAHAMNIDAAA~” keenam member HANA tersenyum cerah dan melambaikan kedua tangan mereka ke arah kamera.

“Keutt,” seorang pegawai SM menekan tombol stop di sisi kamera. Keenam member HANA mengerubungi si pegawai untuk melihat video apa yang mereka rekam tadi.

“Ya~ kau ini benar-benar tidak punya ekspresi, ya?” tanya Jirin pada Shinhyo.

“Ekspresiku begitu paling pol tahu,” jawab Shinhyo, “daripada memaksakan eyesmile. Apa itu.”

“Yaa aku memang punya eyesmile!” teriak Jirin membuat Sooae langsung menjawil lengannya, “aish, mwohaneun geoya, onni?”

“Berhenti bertikai!” omel Sooae. Kimrii memandang Shinhyo dengan pandangan meminta gadis itu jangan terlalu sarkasme. Tapi pandangan itu diacuhkan oleh Shinhyo.

Youngra cukup puas dengan ekspresinya tadi. Yaaah, lumayan baguslah untuk perkenalan debut kepada khalayak.

“Video ini akan diunggah ke account youtube SMTown malam ini.”

“Secepat itu?” tanya Ririn, dijawab anggukan oleh pegawai SM.

“Kalau begitu mulai sekarang harus nyamar dong kalau mau ke mana-mana,” sungut Shinhyo, “ribet.”

“Ya, kalau ribet kenapa kau mau jadi artis sampai trainee segala, huh?” tanya Jirin dengan nada tinggi.

“Ya, kau itu tidak tahu apa-apa jadi jangan banyak bicara, aish,” Shinhyo menghembuskan nafasnya sebal dan berdecak.

“Jirin, sudahlah atau kuplester bibirmu malam ini,” Sooae memberi peringatan pada Jirin, membuat gadis itu merengut.

“Shinhyo, jangan terlalu kasar,” tegas Jin Ah pada sang maknae yang sangat galak di sampingnya ini.

Youngra menggelengkan kepalanya. Kenapa bisa gadis macam Shinhyo dan Jirin disatukan di dalam sebuah grup? CEO-nya itu bodoh atau kurang waras sih? -_-

***

Sesudah merekam perkenalan group, HANA melanjutkan jadwal dengan latihan single debut mereka. Youngra menggebuk drum-nya dengan terkendali, sesekali mencoba latihan tersenyum jika nanti-nanti kamera program musik menyorotnya.

Dua kali latihan dengan lagu yang sama, Youngra merasakan udara dingin cukup menyergapnya, membuat kantung kemihnya terasa penuh dan ia ingin buang air kecil.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, semoga saja hantu-hantu di gedung SM tidak mengganggu jalannya menuju toilet lantai bawah, karena sial memang sial, toilet lantai atas sedang rusak -_-

Baru saja Youngra turun keluar dari elevator, ia melihat sesosok pria tinggi berjalan sendirian, nampak sibuk dengan handphone-nya.

Choi Siwon.

Tentu saja Youngra kenal pria itu. Seluruh gadis se-Asia tahu siapa Choi Siwon. Pria tampan yang gagah, tegap, bertubuh atletis, berkharisma, gentle, dan sederet gelar keren disandangnya.

Baru saja Youngra ingin mengambil langkah seribu menuju toilet, Siwon yang tersadar dengan sosok Youngra langsung memanggil gadis itu.

“Youngra-ya, jamkkaman!”

Youngra mencoba tidak peduli, tetapi tangan Siwon meraih lengannya.

“Aish, ada apa sih oppa?” tanya Youngra melepas lengannya, “lepaskan tanganku.”

“Aku butuh penjelasan darimu.”

Youngra menghentakkan lengannya hingga Siwon refleks melepasnya. Gadis itu menatap Siwon kesal, “penjelasan apa sih? Oppa kan sudah dengar dari eomma-ku tentang semuanya!”

“Tapi aku belum mendengar penjelasan darimu. Apa kau lupa semua yang kukatakan padamu saat kau memutuskan untuk masuk SM Academy?”

“Oppa, keumanhae!” bentak Youngra, “oppa tidak tahu aku, jadi berhenti menuntutku!”

“Aku tidak menuntutmu, Youngra-ya. Aku hanya ingin mencegahmu,” Siwon berkata lirih, membuat Youngra memutar kedua bola matanya.

“Sudahlah oppa, jangan pikirkan aku. Pikirkan saja Stella Kim.”

Melihat raut wajah Youngra, Siwon langsung tertegun, “Youngra-ya, sudah kubilang aku dan Stella sudah..”

“Aish, bukan urusanku, ara?!” tanya Youngra kesal dan setengah berlari menuju toilet. Membiarkan Siwon yang menghela nafasnya kesal. Youngra masuk ke toilet dengan perasaan acak-acakkan.

“Eottohkhae?” tanya Youngra pada bayangannya yang terpantul di kaca toilet, “aishhh…. Youngra! Jangan bodoh.. dia kakak sepupumu.. jangan bodoh….”

Youngra mencuci mukanya dengan brutal dan menghempaskan percikan air pada pantulan bayangannya di kaca toilet. Ia jadi tidak ingin buang air kecil.

***

“Angkat, Youngra-ya.. Angkat,” lirih Siwon, membuat Leeteuk yang duduk di sebelahnya menoleh. Pria ber-dimples itu mengernyitkan dahinya bingung. Ia mendengar gemaan suara operator wanita, dan dipastikan nomor handphone yang Siwon tuju sudah di-non aktifkan.

“Shhht,” maki Siwon dan menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa dorm Super Junior.

Wae?” tanya Leeteuk.

Anniya,” Siwon memijat dahinya, “aku baru bertemu adik sepupuku. Ternyata dia salah satu anggota yang akan debut tahun ini.”

“Yang girl group format seperti band?”

Siwon mengangguk, “iya, yang itu.. dia drummer.”

“Drummer? Wow,” puji Leeteuk, “dia pasti seseorang yang tomboy.”

Siwon mengangguk, “tapi kalau sedang tidur dan tersenyum, bisa terlihat feminin seketika.”

“Ah, jinjja?”

Siwon mengangguk lagi. Senyum terurai kecil di bibirnya mengingat seorang Choi Youngra, “dia lulusan SM Academy.”

“Oh, pengikut Onew, eh? Lulusan SM Academy?”

Siwon menghela nafasnya cukup panjang, “aku kurang suka ia terjun ke dunia musik.. ah, anni, dunia entertainment. Dunia ini terlalu kejam untuknya. Dan aku tidak mau ia mengalami hal-hal yang menyakitkan dirinya sendiri selama berkarir, hyung.”

“Berapa umurnya?”

“Hm, kalau tidak rasa seumur Luna.”

“Sepuluh tahun berbeda denganku?” tanya Leeteuk, “berarti dia sembilan belas tahun ini?”

“Ya.. masih sangat muda, dan aku tidak ingin ia melewatkan masa mudanya hanya karena hal bodoh bernamakan dunia entertainment..”

“Ia sudah termasuk dewasa. Aku yakin ia memikirkan matang-matang tawaran debut. Aku yakin debut adalah jalur baik yang dipilihnya. Sebagai sepupu, kau harus mendukungnya, dan melindunginya jika suatu saat ada pihak yang memberi dampak buruk padanya.”

“Kau benar, hyung.. Sebagai sepupu,” ucap Siwon pelan seperti lirihan.

***

Youngra asyik menggayem rumput laut kering sebagai snack sambil mengamati Ririn yang tengah duduk bersila dengan buku-buku matematika yang terbuka. Di depan Ririn, ada Shinhyo yang tengah mengernyitkan dahi sambil mengerjakan deretan soal matematika, dan Jirin yang dengan posisi tubuh menelungkup sambil mendumel.

“Aishhh, nan molla!” teriak Jirin, “pokoknya habis debut aku mau minta pindah ke Seoul Art High School seperti Taemin sunbae!”

“Ya~” terdengar suara sinis Shinhyo, “kau pikir di Seoul Art nanti kau tetap tidak akan belajar matematika? Mau jadi apa kau nanti?”

“Ish~ aku tidak meminta pendapatmu.”

“Cish~ belagu.”

“Heiiii,” Ririn melambaikan salah satu buku ke depan dua ‘murid’-nya. Ia memang tengah mengajari Jirin pelajaran matematika kelas sebelas dan pelajaran matematika kelas sepuluh untuk Shinyo, “kerjakan dengan benar. Kalau salah kalian tidak akan dapat makan malam.”

“Eiyy~ mwoya, onni.. aku kan sudah berusaha keras,” Jirin menggoyangkan telunjuknya, “mana bisa tidak dapat makan malam. Lapar tahu.”

“Awas saja kalau kau tidak memberiku makan malam, Choi Ririn-ssi. Aku tidak segan menghilangkan gesekan biolamu,” kata Shinhyo dengan anda mengancam.

“Mwo? Ya~ Hwang Shinhyo!” Ririn mulai kesal, membuat Youngra yang mengamati mereka hanya bisa ngakak sambil mengelus bulu Blappy, anjing kesayangannya.

“Besok kita ada jadwal shooting MV debut kita, di daerah Suwon. Jadi kita harus berangkat pukul lima pagi,” terdengar titah sang leader, alias Kimrii yang tengah mencoret-coreti buku kuliahnya.

“Mwo? Jam lima pagi?” terdengar protes dari Jirin, “CEO kita sinting apa bagaimana sih, sekalian aja kita shooting MV di mars biar makin jauh!”

“Protes melulu,” cibir Shinhyo membuat Jirin mendelik, dan nyaris menyekek leher sang maknae kalau tidak ditahan Ririn.

“Tanya saja pada Jinah onni, ya kan onni?” tanya Kimrri.

“Ne, kalian akan seharian shooting MV,” ucap Jinah dengan nada kurang enak karena kasihan melihat bagaimana capeknya adik-adiknya itu seharian ini.

“Kumohon kalian tidur cepat dan bangun cepat, ya,” perintah Kimrii yang langsung ditandas Soohae dari dalam kamar mandi.

“Kalau begitu malam ini akan kusembunyikan remote TV, agar semuanya tidur!”

“Ya~ Jung Sooae!” Kimrii berjalan ke kamar mandi dan menggedor pintunya, “mana bisa begitu? Malam ini ada prtandingan Chelsea versus Manchester City!”

“Siapa peduli? Kau sendiri yang bilang harus tidur cepat dan bangun cepat!”

“Yaaa~ Jung Sooae, andwae…”

***

Youngra mengibaskan selimutnya sebelum merebahkan diri di atas tempat tidur. Ia melirik Shinhyo yang sudah menarik selimutnya dan bersiap menuju alam mimpi.

“Selamat malam, Shinhyo-ya.”

Shinhyo memelekkan matanya dan membalas, “selamat malam, onni.”

Walau tanpa senyuman dari Shinhyo, ia tersenyum melihat teman sekamarnya itu sudah mulai terlelap. Youngra mulai memejamkan matanya.

Tapi ia tidak bisa…

Ada sesuatu yang mengganjalnya..

Sesuatu yang mengganggu dan menghimpit pikirannya..

“Kenapa sih denganku?” tanya Youngra dalam hati sambil membuka matanya.

Pertemuannya dengan Choi Siwon melemparnya ke masa lalu. Masa lalu yang bodoh di mana ia menyukai sosok kakak sepupunya sendiri…

Bodoh. Bodoh –rutuk Youngra dalam hati.

“Ya~ kau mau tidur apa tidak? Bisa diam sedikit?” terdengar gumaman Shinhyo yang tampak terganggu karena Youngra yang sedaritadi menghadap kanan kiri membuat kasur sedikit berderit.

“Ah, mianhae.”

Youngra terpaksa menutup matanya dan menutup pikirannya. Masa bodohlah dengan Choi Siwon!

***

“Aku.. aku menyukai oppa.”

“M.. mwo?”

“Aku tahu ini salah. Tapi aku menyukai oppa. Aku bahkan sudah berhasil masuk SM Academy, oppa. Aku berharap bisa debut di naungan agensi yang sama denganmu.”

“Youngra-ya.”

“Oppa tidak perlu membalas pernyataanku, kok. Aku hanya –“

“Youngra-ya, mianhae… aku tidak bisa.”

“Eung?”

“Aku.. aku sudah punya Stella.. Aku tidak bisa, Youngra-ya..”

***

“HHHH!” Youngra terbangun, mendapati dirinya berkeringat hebat. Masa lalu yang dikemas dalam mimpi benar-benar membaut tidurnya berkualitas buruk malam ini.

“Oh shit,” rutuk Youngra saat mendapati jam masih menunjukkan pukul dua malam.

Seperti yang sudah-sudah, sedari kecil, usai mengalami mimpi buruk, dipastikan Youngra tidak bisa melanjutkan tidurnya.

“Mati aku,” Youngra merutuk, “mana bisa shooting bermata panda gini? Aaaaa babo…”

 

 

4 thoughts on “HANA [PART 3/?]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s