S’il Vous Plaît Regardez-moi [Oneshot]

Casts: Lee Hoya (Infinite), Han Neulmi (OC)

Genre: Romance, Angst, AU

Length: Oneshot, 856 words

Summary: Hoya loves his bestfriend so much. But how if that girl loves another man who actually doesn’t deserve her love? What Hoya should do?

***

“Hoya!”

Bersamaan dengan tolehan kepalaku ke belakang, aku merasakan seseorang menghambur ke pelukanku. Merangkul pinggangku hangat tanpa sedikit kecanggungan. Seorang gadis, kurasa, dan tak lain pasti adalah Neulmi. Karena hanya dia yang tidak malu memeluk seorang idiot sepertiku. Dan jika kutillik dari wangi stroberi yang menguar dari helaian rambutnya yang tepat berada di bawah daguku, pasti Neulmi.

“Hoya-ya….,” lirihnya dalam isakan sambil masih tenggelam dalam pelukanku.

“Ya… uljima… waeyo?” tanyaku sedikit gugup mengelus punggungnya –sama seperti semua perlakuanku acapkali ia menangis.

Neulmi melepas pelukannya, dan aku jelas dapat melihat wajahnya yang memerah, bersamaan dengan matanya yang ikut memerah dan pipinya yang basah.

“Hey, ada apa?” tanyaku panik melihatnya begini.

“Myung… hh… Myungsoo.”

Nah. Pasti nama Kim Myungsoo yang keluar dari bibirnya setiap ia menangis begini. Brengsek, apalagi yang dilakukan bajingan itu pada gadisku?

“Kenapa dengannya?”

Neulmi tidak menjawab dan malah menghambur lagi ke pelukanku. Tak ada yang dapat kulakukan selain mengelus bahunya seraya berkata, “uljima…”

Jangan menangis. Kumohon, aku tidak pernah kuat untuk melihatmu menangis, Han Neulmi…

***

Kini aku dan Neulmi duduk bersebelahan di bis kota. Dengan kepalanya yang menempel di bahu kiriku dan aku yang menggenggam tangannya erat.. orang yang melihat kami pasti mengira kami menjalin kasih atau  menjalin hubungan seperti itu.  Sayang sekali, mereka salah walau kuharap suatu saat mereka benar.

Bis membawa kami berhenti hingga Gangnam-gu, di mana banyak gedung agensi dunia industri musik Korea gaga berdiri. Seperti biasa, aku mengajaknya berjalan menuju gedung yang belum selesai dibangun yang berdiri gagah tidak jauh dari gedung agensi JYP Entertainment.

Aku meraih tangannya, bersama dengan langkah kami yang menaiki tangga gedung tak terawat yang setengah jadi. Dan setelah menaiki beberapa anak tangga, kami berdiri di puncak gedung.

Seperti setiap kali ia sedih, aku akan membawanya ke sini. Kami terdiam entah sampai kapan. Aku membiarkannya berargumen dengan pikirannya sendiri, dan nantinya, bibir itu akan terbuka, mengutarakan apa yang ia rasakan.

Gadis itu menatap pemandangan di sekitar gedung dengan hampa. Ia lalu menoleh.

“Apa aku mencintai orang yang salah?”

Aku tidak menjawab walau aku tahu jawaban sesungguhnya.

Ya, dia mencintai orang yang salah. Kim Myungsoo bukan sosok yang pantas untuk dicintai gadis tulus seperti Neulmi. Aku tak tahu apa motif Myungsoo menjadikan Neulmi sebagai kekasihnya tapi jelas, aku tahu Neulmi sangat mencintai bajingan itu, dan tidak ada yanng dapat kuperbuat untuk menjauhkan mereka.

Myungsoo sudah seperti candu tersendiri bagi Neulmi, dan Neulmi adalah boneka milik Myungsoo.

Di satu waktu, Myungsoo memeperlakukan Neulmi sebagaimana gadis itu seakan hal terpenting di hidupnya. Memberikan Neulmi seribu cinta yang memang gadis itu inginkan. Tapi di satu waktu, Myungsoo mencampakkannya dan mengabaikannya, menganggap Neulmi tiada.

“Tadi aku melihat Myungsoo tidak sekolah, dan malah berdiri di belakang sekolah. Aku hanya melihatnya dan Jang Dongwoo bertransaksi sesuatu. Dan aku jelas melihat apa yang mereka transaksikan,” ucap Neulmi pelan menyerupai lirihan, “heroin.”

Bagus sekali. Jadi kau mencintai seorang pengedar heroin, Han Neulmi?

“Myungsoo menamparku karena aku melihatnya dan Dongwoo,” Neulmi lalu menyentuh pipi kanannya sambil berseringai kecil, “tapi tak apa.. Ia pasti refleks melakukan itu.”

Tak ada respon dariku. Ya Tuhan, apa gadis ini terlalu naif tidak dapat mendefinisikan apa itu cinta sehingga ia memberikan cintanya pada pria seperti itu?

“Hoya-ya,” ia lalu menoleh ke arahku, membuatku menatap dua manik matanya yang tak pernah bosan kutatap, “apa caraku mencintainya salah?”

Sigh. Bukan caramu, Neulmi. Tapi pria-mu, itu yang salah.

“Apa kau yakin kau sudah mencintai pria yang benar?” tanyaku padanya.

“Maksudmu?”

“Neulmi.. kau berada di hubungan yang tidak sehat,” kataku menatapnya, “bangun dan sadarilah. Ia tidak pantas untukmu.”

Neulmi lalu mulai menggeram, “kau tidak mengerti Hoya! Aku mencintainya dan ia mencintaiku! Berhenti membuatku berpikir bahwa aku mencintai orang yang salah!”

“Tapi faktanya seperti itu!” aku mulai terbawa emosi, dan memegang tangannya, “kau mencintai pria yang salah, kau tahu itu tapi kau tidak ingin mengakuinya!”

“Persetan dengan ucapanmu!” Neulmi melepas tanganku dari tangannya, ia segera mengambil ransel cokelatnya, “kau bukan sahabatku lagi!”

“Neulmi-ya, geumanhae!” teriakku.

Sia-sia saja. Neulmi sudah menuruni tangga, menjauhiku.

***TBC***

4 thoughts on “S’il Vous Plaît Regardez-moi [Oneshot]

  1. wkwkwkwk…
    annyeong readerss baru😀

    wuahh… kerenn ney….
    penasaran jugaa sma kelanjutanna.. hehehe

    maf y coment na begini duank, soalna saya blon jelalah kmna2 (?) ghehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s