Han Neulmi/Butterfly [Pra-debut PART 2]

Author: Nisaiueo/Aeeen

Casts:

  • Han Neulmi [author]
  • 4minute’s Hyunah
  • TVXQ’s Changmin
  • SHINee’s Minho
  • f(x)’s Luna
  • Others [will adding soon]


Rate: G

Genre: Family, Friendship, Romance

Length: Chaptered

Disclaimer: Han Neulmi and the plot are mine, but the others are not.

a/n: Big thanks to Kak Lietha, who made Neulmi joined Butterfly [girlgroup that she made herself]. It’s about Neulmi’s on her pra-debut and later with her life pasca-debut. Please respon it well ^^

Cr pic: @ Ulzzang Tumblr

Recommended Soundtrack:
• Creating Love – 4 minute (OST Personal Taste)
• Dreaming – Kim Soohyun (OST Dream High)

NO PLAGIARISM, NO BASHING AND NO SILENT READER!

Previous story: PART 1″>PART 1

“Hm… baiklah,” Lee Sooman menunjuk Neulmi, “mulai besok kau menjadi trainee di sini.”

***PART 2***

“Annyeong haseyo,” Neulmi membungkuk. Dilihatnya para trainee yang akan latihan bersamanya.

“Han Neulmi, igeoyo?” tanya seorang wanita yang tampaknya adalah pelatih dance para trainee.

Neulmi mengangguk.

“Keurae, masuk ke barisan.”

Neulmi mengangguk, meletakkan ranselnya dan melakukan sedikit pemanasan sebelum ikut menari.

“One, two, three, four, five, seven, eight!” musik dimulai dan Neulmi harus langsung mengikuti gerakan tubuh sang instruktur. Alhasil, Neulmi kewalahan.

***

“Annyeong,” sapa seorang perempuan yang lebih pendek dari Neulmi, menyodorkan sebotol air mineral, “ini minummu.”

“Ah, kamsahamnida,” ucap Neulmi meneguk minumnya segera.

“Park Sunyoung imnida,” ucap gadis itu mengulurkan tangannya dan dijabat oleh Neulmi.

“Han Neulmi imnida,” jawab Neulm tersenyum.

“Kudengar kau yang kemarin baru diaudisi langsung oleh Sooman sajangnim, ya?” tanya gadis bernama Sunyoung itu,

“Ne. Kok tahu?”

Sunyoung tertawa, “para trainee di sini tukang gosip. Semuanya punya telinga yang tajam. Bahkan kurasa dinding gedung ini juga bisa mendengar pembicaraan. Jangan heran kalau nanti kau akan kewalahan menghadapi banyak skandal.”

“Skandal?” tanya Neulmi bingung. Masa belum debut udah punya skandal? =_=

“Ne, skandal. Yaaah misalnya kau jatuh cinta pada salah satu sunbae.. gitu..”

Neulmi mengangguk mengerti. Pandangannya mengarah ke luar ruang latihan. Ia mendapati sosok Changmin yang tak sengaja mengintip ke ruang latihannya. Pria itu terlihat berjalan bersama dua pria yang lain.
“Kau suka Changmin sunbae?” tanya Sunyoung.

“Hah?” tanya Neulmi plongo, “nuguya?”

“Changmin sunbae,” jawab Sunyoung enteng, “masa kau tidak tahu?”

“Aku tahu kok, dia Shim Changmin,” jawab Neulmi memainkan kuku-kukunya yang tidak terkikir rapi, “dia trainee juga ya?”

“Trainee apanya?” tanya Sunyoung bingung, “dia kan sudah debut di bawah Dong Bang Shin Ki.”

“Jinjjayo????” tanya Neulmi membelalakkan matanya, “Dong Bang Shin Ki? Bareng Jung Yunho??!”

“Iyalah!” ujar Sunyoung, “Dong Bang Shin Ki yang mana lagi. Memangnya kau tidak tahu kalau Changmin sunbae itu maknae Dong Bang Shin Ki?”

Neulmi mengedikkan bahunya –tanda ia tak tahu, “aku hanya tahu Jung Yunho sih.. lagian aku tidak begitu suka lagu korea.”

***

Neulmi menopang dagunya. Jadi Shim Changmin itu sudah debut? Pantas wajahnya familiar bagi Neulmi, tapi Neulmi tidak begitu ngeh kalau Changmin itu anggota Dong Bang Shin Ki, padahal boyband itu kan debut sudah lama =_=

Neulmi menyeruput jus melonnya tanpa semangat. Ia benar-benar kebosanan. Ia baru selesai latihan dance, dan mungkin latihan menyanyinya akan mulai sekitar dua jam lagi.
Neulmi melirik jam tangannya. Kalau ia pulang ke rumah, pasti takkan cukup waktu luangnya untuk kembali ke SM, dan Neulmi tidak ingin terlambat.

Neulmi berjalan menuju toilet. Ia benar-benar tidak punya kenalan sesama trainee –kecuali Park Sunyoung, dan gadis itu tengah olahraga di gym terdekat.
Neulmi membasuh wajahnya, baru sehari trainee saja dia sudah pegal-pegal. Ditatapnya bayangannya di kaca.

“Hwaiting,” gumamnya pada diri sendiri.

***

“Ige mwoya?” tanya Neulmi melihat sebuah tangga tersembunyi yang diapit oleh toilet dan gudang. Muncul rasa penasarannya, akhirnya Neulmi mulai menaiki tangga itu satu persatu.

“Woa, rooftop?” tanya Neulmi begitu ia membuka pintu puncak dari tangga. Didapatinya atap gedung SM yang menghadap ke barat Seoul, menampilkan pemandangan di sekitarnya.

Neulmi yang asyik mengamati pemandangan Seoul terantuk begitu sepatunya mengenai ujung kaki seseorang yang tengah duduk tertunduk.

“Jwesonghamnida!” pekik Neulmi kaget. Begitu ia mendapati seseorang yang mendongak padanya dengan tatapan kesal.
“Jeongmal jwesonghamnida,” Neulmi membungkuk, “apa Anda baik-baik saja?”

Orang itu ternyata seorang pria, bermata bulat dengan hidung mancung. Rambutnya hitam dan ia menatap Neulmi, “ya~ kau mengganggu tidurku.”

“Keuraeyo?” tanya Neulmi lalu membungkuk lagi, “jwesonghamnida!”

Pria itu lalu membuka selimut yang membungkus kakinya dan memandang Neulmi dari atas sampai bawah. Terlihat matanya sedikit membulat melihat Neulmi, “kau.. trainee?”

Neulmi membungkuk, “ne.”

“Choi Minho imnida,” pria itu mengulurkan tangannya dan menatap Neulmi ramah. Neulmi melongo. Bukannya pria ini tadi menatapnya dengan tatapan kesal? Kenapa tiba-tiba pria ini jadi berubah baik? =_=

“Han Neulmi imnida,” Neulmi balas menjabat tangan pria bernama Minho di depannya takut-takut.

“Waeyo?” tanya Minho, “kau takut padaku?”

Neulmi menggeleng, “anniya…”

“Dari mana kau menemukan tempat ini?” tanya Minho, membuat Neulmi terperangah.

“Ngg….tangga dekat toilet.”

“Oh.. kau cukup berani juga menyentuh daerah toilet itu.. Kau tidak tahu kalau di sana angker?” tanya Minho menunjuk sebelahnya, “kau boleh duduk. Kau tidak capek berdiri terus?”

Neulmi menyengir, “kamsahamnida, … sunbae.”

***

Neulmi melangkahkan kakinya menuju halte terdekat sambil merapatkan jaket coklatnya dan menyampirkan tudung ke kepalanya. Trainee senior-nya yang bernama Choi Minho itu ternyata pulang naik subway, jadi tidak searah, sedangkan Neulmi cukup pulang dengan bis.

Neulmi duduk di halte bersama dua orang perempuan berpakaian kasual. Neulmi pernah melihat mereka di kafetaria SM dan Neulmi pikir mereka trainee sama sepertinya.

“Ya~ tadi Changmin oppa tampan sekali!” ujar seorang gadis dengan suara cempreng berambut hitam panjang sepunggung, “dia lewat di depanku bersama dengan Yoochun oppa. Aigoooo~ tampan sekali!!!!”

“Ah, jadi Cassiopeia kau sekarang rupanya?” tanya gadis yang lain bersuara sedikit bass dengan rambut pendek.

“Anni.. hanya saja Changmin oppa itu tampan sekali!!!!”

“Kau memanggil Changmin sunbae dengan sapaan ‘oppa’? Cih, memangnya kau sudah kenal dekat?”

“Bodo amat! Pokoknya dia ganteng bangetttt!!! Tapi denger-denger dia rada jutek ya?”

“Kudengar sih begitu.. yah namanya juga evil maknae.. hahahaha.”

Dua trainee itu tertawa sementara Neulmi mengerutkan keningnya.

Jutek apanya? Jelas-jelas dia tersenyum saat mengantarku menuju Hyaneul ahjumma… –batin Neulmi bingung.

Neulmi mengedikkan bahunya –tak mau ambil pusing. Neulmi mengeluarkan iPod-nya dan memasukkan dua button earphone putihnya. Ikut bersenandung mendengarkan lagu Westlife.

***

“Aku pulang,” Neulmi meletakkan sepasang sneakersnya di rak sepatu.

“Neulmi pulang!” Hyunah langsung menyambutnya gembira dan menariknya segera ke ruang keluarga, “aiyyya sepupuku~ selamat datang!!!”

Neulmi segera membungkuk mendapati ayah Hyunah duduk di samping istrinya, “ahjusshi.. annyeong haseyo…”

“Neulmi, sudah lama tak bertemu,” ayah Hyunah menepuk bahu keponakannya itu, “kata Hyunah kau trainee di SM?”

Neulmi mengangguk, “ne, ahjusshi… aku trainee di SM… Ahjusshi apa kabar?”

“Baik. Semuanya baik di Taiwan,” ayah Hyunah lalu melirik putrinya, “ya~ Kim Hyunah, kau belum memberitahu sepupumu berita baik?”

Neulmi lalu menoleh ke arah Hyunah yang senyum-senyum, membuat Neulmi ingin menjitak Hyunah karena telah menyembunyikan sesuatu darinya, “berita baik apa?”

Hyunah lalu tertawa, “hahahahahaha~ aku.. Kim Hyunah.. akan debut!!”

Neulmi langsung menguncang bahu sepupunya, “mworago?? Kau??? Akan debut????”

“Ne! Aku akan debut di sebuah girl group. WON-DE KEOL-SEU*! Otte? Namanya keren, kan?” tanya Hyunah berbangga diri.

“UWAAAAA HYUNAAAAH!! CHUKKHAEEEE!!!!” Neulmi memeluk sepupunya senang. Hyunah ikut berputar-putar membuat orangtuanya tersenyum. Senyuman yang Neulmi lirik merupakan senyum kekhawatiran.

***

“Gastroenteritis kronis. Kau masih mengizinkannya debut? Aku menyuruhmu pulang dari Taiwan untuk memberitahukan itu pada Hyunah agar ia mundur!” terdengar suara dari bibi Kim yang membuat Neulmi terbangun.

Neulmi melirik jam dinding yang tergantung di dinding kamarnya (dan kamar Hyunah juga) yang menunjukkan pukul dua dini hari. Neulmi menguap kecil dan melirik Hyunah yang tidur. Gadis yang lebih tua darinya beberapa bulan itu terlihat terjaga dalam senyum.

“Tapi dia sudah berkerja keras. Kau tahu bagaimana ia berusaha trainee? Kita harus mendukungnya!” terdengar suara paman Kim.

Neulmi turun dari ranjang, berjalan mendekati pintu. Menempelkan daun telinganya demi mendengar percakapan bibi dan pamannya.

“Kau tahu bagaimana jadwal padat artis……”

“Hyunah bukan anak kecil lagi. Jika ia tidak kuat, ia bisa keluar, kan?”

“Tapi gastroenteritis Hyunah sudah akut!”

“Jangan beritahu Hyunah soal ini… cukup ia mengetahui bahwa ia memiliki maag, saja.. penyakit itu bisa membuat semangatnya turun… jika sudah parah, baru kita memeritahukannya.”

“Tapi…”

“Percayalah pada anak kita. Ia sudah besar.”

Neulmi membekap mulutnya. Gastroenteritis akut? Ige mwoya? –batin Neulmi.
Matanya menatap Hyunah yang terlelap di tengah gelap. Ia tak tahu Hyunah mengidap penyakit seperti itu.

***

Gastroenteritis

Mata Neulmi dengan jeli membaca kata demi kata pada artikel berbahasa Inggris tersebut. Dahinya mengerut. Bibirnya mengerucut, dan matanya menyiratkan kekhawatiran mendalam. Neulmi menggeser kursor pada laptop bututnya demi menggali informasi tentang penyakit tersebut.

“Gastroenteritis?” suara bass berat mengagetkan Neulmi. Neulmi menoleh dan membungkukkan lehernya. Choi Minho –trainee seniornya itu duduk di sebelahnya, melirik laptop butut yang tengah dijalankan Neulmi.

“Annyeong, sunbae.”

“Jadi kau sudah berani menginjakkan kaki ke tempat rahasiaku?” tanya Minho membuat Neulmi terlonjak.

“Ah, bukan begitu.. sunbae, jwesonghamnida.. aku tidak bermaksud.. hanya saja aku mencari tempat rahasia… Boleh kan aku di sini? Boleh ya? Ya? Ya? Jebalyo, sunbae….,” Neulmi segera mengatupkan dua telapak tangannya, menggerakkan matanya seperti puppy eyes yang selalu sukses tak bisa ditolak orang-orang.

“Haish~ baiklah! Tapi tempat rahasia ini hanya kita berdua!” Minho menghembuskan nafasnya sebal tak bisa mengusir gadis bernama Neulmi ini dari tempat rahasianya, “yaksokkhae?”

“Yaksokkhaeyo, sunbae!” Neulmi menyengir. “gomawoyo…”

Choi Minho merapatkan jaketnya dan menatap seragam yang dipakai Neulmi, “kau baru pulang dari sekolahmu?”

Neulmi mengangguk, “ne, aku langsung ke sini, sunbae.”

“Memangnya latihanmu dimulai jam berapa?” tanya Minho membuat Neulmi melirik jam tangan biru yang melingkari pergelangan tangannya.

“Jam tiga kurasa….”

Minho lalu melirik kembali laptop butut Neulmi yang berwarna hitam itu, “kau tengah meneliti apa sih? Gayamu sudah seperti professor, kau tahu?”

Neulmi menoleh sebentar ke arah Minho, “amugeutdo anniya, sunbae… Bukan apa-apa…”
Neulmi kemudian menutup tab browser dan mematikan laptopnya, “sunbae, aku ke bawah dulu. Mau makan siang, laper hehehe aku duluan ya, sunbae.. terima kasih atas pinjaman sarangnya.”

Neulmi memasukkan laptopnya ke dalam tas ransel dan beranjak dari rooftop yang kini menjadi sarang rahasianya dan Minho. Neulmi baru saja akan membungkuk saat Minho tiba-tiba menahan lengan bawahnya.

“Aku ikut. Aku juga lapar.”

***

Minho mendecakkan lidahnya sambil menggelengkan kepalanya melihat Neulmi yang tengah mengantri di depannya. Baki gadis itu berisi penuh makanan. Dua kepal nasi, semangkuk sup kacang, semangkuk ikan kering, dua lembar rumput laut kering, dan satu kotak susu.

“Kamsahamnida!” Neulmi menyengir dan duduk di kursi makan. Minho bergegas mengambil sekepal nasi dan semangkuk sup kacang dan sekotak teh manis lalu duduk di depan Neulmi.

“Selamat makan!” Neulmi dengan cepat menyumpit nasi dan ikan keringnya. Gadis itu makan dengan lahap seakan perutnya akan menampung cadangan makanan seperti beruang.

“Ya~ kau makan sebanyak itu?” tanya Minho menganga.

“Uh-uh, waeyo, sunbae?” tanya Neulmi di sela makannya, “sunbae makannya sedikit banget? Training ini menguras energi kita lho, kalau kurang makan kita bisa sakit, ammm,” Neulmi masih dengan lahap dan cekatan memakan makan siangnya.

“Iya.. tapi.. kau itu makannya banyak sekali… kau lihat tidak, trainee perempuan yang lain makannya sedikit semua. Kau memangnya tidak diet?”

Neulmi lantas memutar kepalanya, mengamati trainee perempuan lain yang tengah makan siang di kafetaria sama sepertinya, “aish itu sih mereka saja yang tidak butuh gizi. Sedangkan aku harus butuh gizi yang banyak!” Neulmi tidak peduli dengan tatapan aneh Minho dan ia langsung menyantap habis makan siangnya.

***

“Aku pulang,” Neulmi memutar kenop pintu. Gelap menyambutnya. Neulmi segera mencabut kunci duplikat miliknya dan menutup kembali pintu depan. Neulmi lantas menekan tombol lampu. Kosong. Tidak ada siapapun. Bahkan tak ada wangi makanan yang biasa tercium dari dapur atau bau asem yang berasal dari baju kotor Hyunah.

“Ke mana mereka semua?” tanya Neulmi bingung sambil menaruh sneakersnya di rak sepatu. Neulmi lantas mengerutkan dahinya, ia tidak mendapati sepatu kets Hyunah atau sandal bibinya.

“Ahjumma? Hyunah? Aku pulang!”

Neulmi benar-benar heran. Tak biasanya sore-sore begini rumah dalam keadaan sepi. Neulmi lantas menghempaskan ranselnya ke sofa dan menuju dapur.

“Ahjumma?”

Neulmi tak menjumpai siapapun.

“Ke mana ya?” Neulmi menggaruk bawah kepalanya yang tak gatal, “ah mungkin mengurusi debut Hyunah.. lebih baik aku mandi…. aishhh tapi aku haus sekali..”

Neulmi berjalan meraih gagang lemari es dan mengambil sebotol air mineral dingin. Gadis itu lalu menutup pintu kulkas.

“Ige mwoya?” tanya Neulmi saat matanya mendapati selembar kertas putih terselip di antara banyak resep masakan di pintu lemari es. Kertas yang dipenuhi tulisan hangeul yang Neulmi yakini adalah tulisan bibinya.

Neulmi-ya, Hyunah pingsan dan masuk Rumah Sakit Gangnam-gu. Kau bisa ke sini? Tolong bawakan baju Hyunah dan baju ahjumma. Gomawo.

“HYUNAH MASUK RUMAH SAKIT?!”

***TBC***

Untuk yang masih nggak tau kenapa Hyunah keluar dari Wonder Girls dan penyakit apa yang diderita Hyunah bisa dilihat di sejarahnya Wonder Girls @ Wikipedia ya ^^

*Wonde Keolseu adalah romaji dari hangeul Wonder Girls/pronounciationnya WG di Korea ^^ –mohon koreksi kalau salah soalnya author bukan orang korea m_m

LEAVE COMMENT(S)! ^^

2 thoughts on “Han Neulmi/Butterfly [Pra-debut PART 2]

  1. aaa aku suka ceritanya
    ngga flat ching😀

    ngiri sama neulmi, dideketin 2 cowo tinggi nan ganteng wkwk

    menurutku, kalo author disini mau bikin reader bisa mendalami karakternya hyunah, seengganya kasih tau sedikit pengertian tentang penyakitnya hyunah.
    Karna jujur, nama penyakit itu adalah suatu hal yg baru untukku

    intinya, aku nunggu ff ini dilanjut
    kamshaeyo ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s