Han Neulmi/Butterfly [Pra-debut PART 1]

Author: Nisaiueo/Aeeen

Casts: 

  • Han Neulmi [author]
  • 4minute’s Hyunah
  • TVXQ’s Changmin
  • Others [will adding soon]

Rate: G

Genre: Family, Friendship, Romance

Length: Chaptered

Disclaimer: Han Neulmi and the plot are mine, but the others are not.

a/n: Big thanks to Kak Lietha, who made Neulmi joined Butterfly [girlgroup that she made herself]. It’s about Neulmi’s on her pra-debut and later with her life pasca-debut. Please respon it well ^^

Recommended Soundtrack:

  • Too Good – CSJH

Cr pic: Ulzzang @ Tumblr

AS USUAL, NO PLAGIARISM, NO BASHING, AND NO SILENT READER!

***

Pang Pang Naerobaeng, Januari 2007

Seorang gadis berseragam SMP terkekeh pelan melihat teman-temannya yang berebut benyanyi lagu inggris –padahal pronouncation mereka acak-acakan– ia hanya duduk di sofa sambil membaca novel yang hendak diselesaikannya –di tengah kebisingan suara dan keremangan cahaya.

“Ya! Han Neulmi!” seorang temannya menarik tangan gadis yang tengah duduk tadi, “kau juga harus nyanyi! Aku traktir kalian karaoke tuh mahal!” suruhnya sambil menyodorkan mikrofon wireless.

“Ah, shirheo,” gadis bernama Han Neulmi itu mendorong mikrofon yang disodorkan padanya, “aku tidak bisa bernyanyi.”

Geotjitmal!” seru temannya yang lain yang tengah sibuk melihat playlist lagu, “aku pernah mendengarmu tes vokal dan suaramu bagus!”

Ne! Pajo!” timpal seorang gadis yang lain, “kkaja Neulmi-ya… ayolah satu laguuuu saja.”

Neulmi menyengir, tak dapat menolak permintaan sahabat-sahabatnya, “keurae, satu lagu saja. Jangan salahkan aku jika suaraku membuat kalian pusing.”

Teman-temannya hanya terkekeh, dan Neulmi melihat list daftar lagu. Lagu CSJH yang berjudul Too Good membuatnya tertarik. Dipilihnya lagu itu, dan Neulmi mulai bernyanyi.

Eonjena nuneul tteumyeon meon shigan ttwieoneomeo
Naege jeonhaeoneun han maeumi inneyo.
Gamanhi boreul seuchideon songil chueogeuro nan gyeondyeo nagayo.
Geu eotteon seulpeum wado gwaenchanheul geoeyo.

Uri yaksok haesseotdeongayo.
Yeongwonhajago I maeumi jeonhaejigo innayo.
Geujeo baraman boneunmankeum maeumeun gadeukcha oh baby
Nae nunmul modu moa geudaeege deurillaeyo.
Apeujineun anketjiman swipjido anketjyo.

Seorang wanita keluar dari ruang karaoke yang tepat berada di depan ruang karaoke Neulmi dan kawan-kawannya. Ia hendak membetulkan letak soft lens-nya.

Naega gajin jayuro geudaereul wanjeonhi gajillaeyo yeongwonhi…
Eonjerado yeogiseo gidarilgeyo.
Lyr

Wanita itu berhenti melangkah, mendekatkan telinganya pada pintu ruang karaoke di mana Neulmi menyanyi.

Naegeman boyeotdeon geu eolgul nunsok gadeukhan geudaemanui jinshimeorin misodo
Uri yaksokhan I sesange I sarmui jeolbaneun oh baby dangshin ppuningie

Eojjeomyeon manhi himdeuljido mollayo.
Jogeumsshik georeonagayo soneul kkok japgo
Gwireul giullyeo hamkke deureotdeon norae
Hanbeon deo bulleojwoyo yeongwonhi idaero

“Ah!” wanita itu menjentikkan jarinya bahagia. Senyum terulas lebar di bibirnya. Wajahnya yang menunjukkan bahwa ia sudah di pertengahan tiga puluh tahun sumringah. Diintipnya jendela yang membantunya melihat ke dalam.

Seorang gadis yang tak lain adalah Neulmi tengah menyanyi membuatnya segera mengeluarkan handphone.

Yoboseyo? Kim Youngmin-ssi? Aku menemukan satu bibit baru di tempat karaoke.. Anniya, dia siswi, sepertinya sedang bersenang-senang saja… Keuraeyo, akan kuundang gadis itu ke kantor. Kamsahamnida.”

Uri yaksok haesseotdeongayo.
Yeongwonhajago I maeumi jeonhaejigo innayo.
Geujeo baraman boneunmankeum maeum gadeukcha oh baby nuneul gamgo deureoyo.
Moduga itorok seonmyeonghae jingeollyo. jinshimeorin misodo
Yaksokhan I sesange I sarmui jeolbaneun oh baby dangshin ppunigie
Dangshin bun igie


Wanita itu tersenyum lebar sambil menutup flip handphone-nya.

***

“Apanya yang jelek, itu sih bagus!” ujar salah seorang teman Neulmi yang berjalan paling depan, mengeluarkan dompetnya, “kau harusnya ikut audisi-audisi gitu.”

Neulmi menggeleng, “ah, suaraku belum seberapa..”

“Bukannya sepupumu juga ikut audisi di JYP?” tanya salah satu temannya yang lain, “kenapa kau tidak ikut?”

“Hyunah?” tanya Neulmi, “dia kan memang pandai menari sejak kecil, sedangkan aku hanya ikut-ikut menari saja kalau dia latihan. Ayo cepat, aku belum mengurusi dokumen untuk daftar SMA.”

Salah satu teman Neulmi yang memang mentraktir teman-temannya tengah membayar uang karaoke begitu seorang wanita menepuk bahu Neulmi.

Neulmi menoleh, wanita itu membungkuk, dan Neulmi ikut membungkuk.

“Suaramu sangat bagus,” pujinya.

***

Neulmi menatap selembar kartu nama di genggamannya.

 

Shin Hya Neul
SM Entertainment’s Trainee Manager

Neulmi menggigit bibir bawahnya, matanya melihat deretan angka yang tertera. Neulmi jelas masih mengingat apa yang wanita itu ucapkan padanya tadi siang begitu usai karaoke.

Flashback

 “Shin Hyaneul imnida.”

Neulmi membungkuk, “Han Neulmi imnida. Manasseo bangapseumnida.”

“Silahkan duduk, Neulmi-ssi.”

“Kamsahamnida,” jawab Neulmi duduk. Mereka berdua kini berada di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat karaoke –hanya saja teman-teman Neulmi pulang.

“Maaf mengganggu waktumu,” ucap Hyaneul tersenyum, “mau pesan apa?”

“Ah, terimakasih, tapi tidak usah,” jawab Neulmi sopan.

“Jinjjayo?” tanya wanita bernama Hyaneul, “ah, kau benar-benar mirip putirku. Namanya Gaerim, tapi baru berumur tujuh tahun. Kalau kau tak keberatan, kau bisa memanggil ommonim.”

“Ah, ne, ommonim.”

“Jadi begini, Neulmi-ssi. Aku adalah salah satu staff SM Entertainment. Aku mendengarmu bernyanyi tadi di tempat karaoke. Dan suaramu.. jinjja johahaeyo.”

“Jinjjayo, ommonim?” Neulmi membungkuk, “kamsahamnida..”

“Aku sedang diutus oleh atasanku untuk mencari bibit baru untuk di-trainee. Aku melihat bakatmu sangat bagus, Neulmi-ssi. Jadi, apa kau mau direkrut oleh kami, menjadi trainee kami?”

Neulmi terdiam. Ia speechless –tak mampu berbicara apa-apa. Masuk SM? SM agensi selebritis Korea yang dengan sukses menerbitkan boyband H.O.T, TVXQ, girlband M.I.L.K, CSJH, dan aktirs Go Ara? SM yang itu?

“Aku tahu kau mungkin masih bingung,” Hyaneul mengeluarkan selembar kartu nama, “itu namaku, di situ tertera nomor teleponku dan alamat gedung SM… ah, tentu saja kau sudah tahu gedung kami, kan? Jika kau berminat, kau boleh datang dan menunjukkan kemampuanmu sekali lagi, besok, lusa, atau mungkin hari ini. Sesiapnya kau saja.”

Neulmi mendongak, tapi tak mengeluarkan sepatah kata apapun.

End of Flashback

Neulmi galau seketika. Di sisi lain, ia juga ingin mencicipi bagaimana masa-masa trainee –seperti yang tengah dirasakan sepupunya, Hyunah di agensi JYP. Di sisi lain, ia selalu terbayang bagaimana kehidupnnya saat trainee. Neulmi jelas tahu bagaimana keadaan Hyunah yang selalu harus latihan tiap waktu. Neulmi jelas tahu bagaimana keadaan Sunyeong, mantan teman sekelasnya yang trainee juga di SM –setiap hari tidur di kelas, dan prestasinya anjlok begitu ikut trainee.

“Neulmi, makan malam sudah siap!” teriak bibinya dari luar kamar, disertai teriakan Hyunah yang sepertinya baru pulang.

Neulmi bergegas keluar, menemukan Hyunah yang tersenyum ke arahnya. Neulmi memang tinggal bersama keluarga Hyunah, karena ayah ibunya tinggal di Indonesia. Neulmi tinggal di Korea karena keinginannya sendiri, dan Kim ahjumma memang ingin Neulmi tinggal bersamanya dan Hyunah –mengingat ayah Hyunah yang sering ke luar kota.

“Hyuna-ya, ppalli mandi, nanti jiggae-nya dingin!”

Ne, umma,” Hyunah berjalan menuju kamarnya –yang juga kamar Neulmi, sedangkan Neulmi duduk di kursi makan lemas.

“Ada masalah apa, Neulmi-ya?” tanya ahjumma-nya hangat, “uang bulananmu habis?”

Neulmi terkekeh dan menggeleng, “anniya, ahjumma… aku.. aku ditawari trainee di SM.”

MWORAGO?!” bertepatan dengan itu, Hyunah yang hendak mandi langsung lari menuju meja makan dan duduk tepat di samping Neulmi, wajahnya menghadap Neulmi tak percaya, “mworago?! SM, katamu???”

Kim ahjumma menatap keponakannya tak percaya.

Ne, SM..,” jawab Neulmi bingung, “katanya kalau aku mau, besok atau lusa aku bisa ke sana.”

“Ah!! Kau harus menerimanya!!!” Hyunah mengguncang bahu Neulmi gemas, “kau harus terima!! Neulmi-yaaaa!! Aigooo!!!”

“Ya! Ya, lepasss!” Neulmi mencoba melepas guncangan Hyunah pada bahunya, “aku takut kalau aku trainee aku kecapekan dan prestasiku hancur.. Bisa-bisa umma dan appa marah…”

“Sudahlah,” Kim ahjumma menenangkan keponakannya, “soal appa dan umma-mu, biar ahjumma yang bicarakan. Ara? Yang penting kau terima tawaran itu. Bakatmu sangat sayang untuk dilewatkan.”

Pajo!” seru Hyunah heboh, “nanti kalau kita sudah debut, kita bakalan sering selca, ya, Neulmi-ya! Nanti kita jadi cousin yang paling keren senatero –aw! Umma!!!” teriak Hyunah kesal begitu umma-nya sudah memukul kepalanya dengan centong nasi, “wae keuraeyo, umma-ga?”

“Sana mandi!” delik ummanya galak.

***

Kini Neulmi berdiri di depan gedung SM dengan gugup. Diremasnya ujung rok sekolahnya. Ia baru saja pulang usai mengurusi berkas kelulusannya kemarin, dan ia berniat untuk menerima tawaran Hyaneul ommonim kemarin, menampilkan kembali nyanyiannya.

Neulmi memasuki gedung itu dengan perasaan gugup. Lobi itu sedikit ramai, terdapat beberapa staff yang mondar-mandir. Neulmi merogoh sakunya.

“Ash… paboneun.. kau lupa bawa kartunya, Han Neulmi-ssi,” gumamnya sebal. Sekarang apa yang harus dikatakannya, hah? Mencari wanita bernama Shin Hyaneul sementara Neulmi tak membawa kartu namanya? =_=

“Mencari siapa, agasshi?” tanya seorang pria yang tampaknya melihat kebingungan Neulmi. Neulmi menoleh. Pria yang bertanya padanya ini cukup tinggi dengan rambut hitam cepak, memakai kaos berlumuran keringat dan celana kebesaran.

“Ah.. aku mencari Shin Hyaneul ommonim,” jawab Neulmi sopan.

“Oh, Hyaneul ahjumma?” tanya pria yang mungkin hanya empat tahun darinya, “ikut aku. Kebetulan ruang latihanku dekat dengan ruangannya.”

***

“Ahjumma-ga, ada yang mencarimu!” teriak pria itu begitu mereka tiba di sebuah ruangan yang penuh dengan trainee.

“Nugu.. ah! Neulmi!” seru Hyaneul bahagia, ia memberi isyarat pada pelatih agar meneruskan kegiatan latihan yang dilakukan para trainee.

“Kau sudah menemukannya, kan? Aku pergi dulu,” kata pria itu lalu membungkuk ke arah Hyaneul, diikuti Neulmi.

“Changmin-ah, gomawo!” kata Hyaneul lalu menoleh pada Neulmi, “aaah kau datang juga!”

Neulmi tersenyum kikuk, lalu ia berkata pelan pada pria di sampingnya sebelum pria itu pergi,
“kamsahamnida…..,” Neulmi menghentikan ucapannya, ia tak tahu siapa nama pria ini.

“Shim Changmin imnida,” katanya lalu tersenyum, “cheonmaneyo.”

Neulmi menoleh saat pria bernama Shim Changmin itu pergi kembali ke ruang latihannya, sementara Hyaneul menarik tangannya dengan senyuman lebar, “kkajja, Lee Sooman sajangnim dan Kim Youngmin-ssi sudah menunggumu!”

***

Annyeong haseyo, choneun Han Neulmi imnida… Manasseo bangapseumnida,” Neulmi membungkuk pada tiga pria dan satu wanita –selain Hyaneul– di depannya. Jantungnya sedang berdegup kencang dan meletus-letus seperti popcorn yang di masak.

Keuraeyo…,” ucap seorang pria sekitar umur empat puluh tahun awal, “Hyaneul-ssi, kau menemukannya di mana?”

Pang pang neorabaeng,” jawab Hyaneul mantap, “ia tengah menyanyikan lagu Cho Sang Jin Hee yang Too Good, dan kupikir suaranya sangat bagus, Youngmin-ssi”

Pria yang lain, yang tampak lebih tua menopang kedua tangannya di bawah dagu, “Han Neulmi, tunjukkan apa yang kau punya.”

Neulmi mengambil nafas, dan mulai memejamkan matanya. Perlahan, Neulmi kembali membuka matanya dan bernyanyi.

Setiap bait lagu yang dinyanyikan Neulmi membuat dua pria itu saling bertatapan –mendiskusikan sesuatu.

Dangshin bun igie,” Neulmi menutup lagu yang dibawakannya dengan suara yang sangat halus.

“Uhm..,” pria yang bernama Kim Youngmin itu menganggukkan kepalanya, “suaramu bagus… bagaimana Nahwa-ssi?”

Wanita yang tampak angkuh bernama Jung Nahwa yang duduk di sebelah pria itu menganggukan kepalanya, “mungkin ada yang sedikit kuran dari falsetnya, but overall, dia baik.”

“Han Neulmi,” ucap pria tua yang Neulmi yakini adalah pemilik dan pemimpin tertinggi SM Entertainment –Lee Sooman, “selain menyanyi, apa yang kau bisa?”

Neulmi terdiam. Apa lagi? Menari? Tariannya tidak se-enerjik Hyunah!!!

Mendapati Lee Sooman dan Kim Youngmin yang menatapnya kurang enak, Neulmi menjawab dengan decitan, “menari… mungkin aku bisa…”

Jinjjayo?” tanya seorang pria yang lain, “aku instruktur dance di sini, coba perlihatkan tarian yang kau bisa.”

Neulmi menghela nafasnya dan membuka jas sekolahnya, Neulmi lantas mulai meliukkan tubuhnya. Pertama dengan split. Ini adalah awalan dance yang membuat orang kagum apalagi dalam satu pendaratan –begitulah kata Hyunah.

Split-nya berhasil, tak sia-sia Hyunah mengajarkan Neulmi split untuk ujian olahraga sebulan lalu.

Kedua, Neulmi melakukan kayang. Meliukkan tubuhnya, dengan posisi tangan dan kaki menjadi tumpuan tubuhnya yang membentuk meja.

Hana… dul…,” hitung Neulmi dalam hati, “set!”

Neulmi segera keluar dari posisi kayangnya dan menari tap. Tarian ini adalah tarian asal spanyol yang dikuasainya sedikit. Neulmi bergabung dengan klub tari di sekolahnya dan ia tengah giat berlatih tarian tap untuk perpisahan. Alas sepatu kets-nya beradu dengan lantai yang terbuat dari kayu, menimbulkan irama yang menjadi acuannya menari dance.

Dan di akhir tariannya, Neulmi melakukan putaran tubuh dan akhirnya kembali ke posisi semula dan membungkuk.

“Hhhh,” Neulmi mengambil nafas. Tarian ini cukup menguras tenaganya =_=.

“Aku tidak bisa menolaknya, sajangnim,” ucap pria –instruktur dance, “dia harus menjadi main dancer ketika ia debut kelak.”

“Sajangnim, kurasa kita bisa memasukkannya untuk training,” ucap Kim Youngmin.

Lee Sooman menatap Neulmi dari atas sampai bawah. Tubuh gadis di depannya ini tidak terlalu kurus, tapi cukup tinggi. Matanya yang besar mengingatkannya bahwa Neulmi sepertinya bukan pure orang Korea.

“Darimana asalmu?” tanya Lee Sooman.

“Seoul, sajangnim.”

“Keluargamu?”

“Ah… ayahku orang Korea, hanya saja ayahku kyopo. Ibuku campuran Inggris dan Indonesia. Keduanya tinggal di Indonesia,” jawab Neulmi.

“Apa yang bisa kau kuasai selain menari dan menyanyi?” tanya Lee Sooman.

“Aku..,” Neulmi tehenti. Apa yang bisa dikatakannya? “Aku.. aku bisa berbicara empat bahasa dengan fasih, sajangnim. Bahasa Korea, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Indonesia.”

“Hm… baiklah,” Lee Sooman menunjuk Neulmi, “mulai besok kau menjadi trainee di sini.”

***TBC***

Untuk HANA lagi dalam proses penyelesaian ^^ kalian yg bingung, jadi Neulmi ini bakal jadi salah satu anggota Butterfly -girl group yang dibuat kak Lietha di snsdi waktu itu, so untuk profil Butterfly belum bisa aku post diue to her permission🙂 So, enjoy this first ^^

9 thoughts on “Han Neulmi/Butterfly [Pra-debut PART 1]

  1. Pingback: Han Neulmi/Butterfly [Pra-debut PART 2] « S H I K S H I N ♛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s