Intuition 2 [DRABBLE]

***

Lima pria melompat turun dari atap mobil yang sedari tadi mereka duduki, berjalan lurus dengan tatapan bad boy. Angin malam sama sekali tak menganggu mereka. Seorang pria berjaket abu-abu dan berambut cokelat pendek, berjalan paling depan, kentara bahwa ia adalah leader-nya.

“Tch,” desisnya melihat tulisan CN Blue di dinding. Jarinya menelusuri setiap lekuk alphabet yang tertera oleh warna hitam dari piloks yang dilukis Yonghwa beberapa jam lalu, “CN Blue lagi.”

“Mereka masih kuat, hyung,” ujar seorang pria berkaos animal print abu-abu di belakangnya. Ia menyisir rambut cokelat jabriknya dengan tangan, “mereka sulit ditakukkan.”

“The emperor of Seoul at night,” timpal seorang pria dengan jaket cokelat, mendekatkan langkahnya pada sang leader, matanya menyipit melihat lukisan Yonghwa, “itu julukan mereka.”

“Lima orang kan? Dengan seorang gadis di antara mereka,” pria yang lain, berambut pirang sedikit gondrong dan berwajah imut, bersandar tepat di samping tulisan huruf C.

“Gadis?” tanya pria yang lain, yang memakai jaket berwarna biru tua, ia melangkah mendekati pria berambut pirang, “benarkah, maknae?”

“Tch,” desis pria berambut pirang itu, “aku punya nama, bastard. Jangan panggil aku maknae.”

Pria berkaos animal print dan pria berjaket cokelat tertawa, “kau maknae-nya. Terima itu, Lee Taemin.”

“Whatever, tapi jangan pernah memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu,” ujar pria berambut pirang –Lee Taemin. Ia kemudian menatap dua hyung-nya yang tengah tertawa, “kalian membuatku berpikir bahwa aku adalah maknae sebuah boyband,” lalu ia menoleh ke arah pria berjaket biru tua, “kau, anak baru, jangan pernah memanggilku maknae.”

“Well.. Lee Taemin,” pria berjaket biru tua itu ikut bersandar, “benarkah geng bernama CN Blue itu memiliki seorang gadis sebagai anggotanya?”

Taemin mengangguk, “namanya Han Neulmi. Dia satu sekolah denganku. Tch, aku bahkan meragukannya kalau dia seorang gadis.”

“Kalau rambutnya tak panjang,” ucap sang pria berjaket abu-abu menimpali pembicaraan empat anggota geng-nya, “sudah mau pagi dan kita belum merusak apapun.”

Lima pria itu kemudian berbalik dan pergi.

***

DISCLAIMER: Those boys aren’t mine except Minho, loljk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s