Intuition [DRABBLE]

***

Lima orang keluar dari sebuah gang sempit yang diapit toko buku dan restoran jiggae. Angin malam yang menusuk tubuh tidak dipedulikan oleh mereka. Seoul, saat malam memang tidak seramai siang, tapi lantas tidak menjadi sunyi saat malam.

“Hyung, kita ke mana malam ini?” terdengar suara seorang gadis di antara mereka. Seorang gadis yang walaupun memanggil pria lebih tua dengan ‘hyung’ tapi tetap saja suaranya kentara sekali seorang gadis.

“Ikuti saja kami, Neulmi,” jawab seorang pria berambut hitam berjaket merah di depannya. Ia berdiri paling depan –jelas bahwa ia leader-nya.

“Tch, kau sedang sensi ya, hyung?” tanya gadis bernama Neulmi itu.

“Diamlah, Neulmi,” tegur seorang pria di depannya –tapi masih di belakang sang leader– yang berambut gondrong sendiri.

“Astaga, aku hanya bertanya. Tch,” desis Neulmi kesal sambil membetulkan topinya.Walau ia kesal, toh ia tetap mengikuti empat pria yang berjalan dengannya sekarang.

“Yonghwa hyung sedang patah hati,” bisik seorang pria berwajah imut di samping kirinya, “jangan dibikin kesal, nanti kau disuruh pulang, tahu rasa!”

Neulmi mendengus kesal, “kayak dia bisa aja nendang aku pulang.”

Pria di samping kanannya ikut bicara, “kau ini yeoja, sana pulang, besok kau sekolah kan?”

“Kau mengusirku atau apa?” tanya Neulmi menoleh ke kanan, “hyung saja yang pulang!”

“Panggil aku oppa!” seru pria di sebelah kanannya yang berambut hitam pendek, “kau ini.. kau pikir kau namja, hah?”

“Hyung ini, sudah sepuluh tahun kita main bersama dan kau masih menyuruhku memanggilmu oppa? Kau ini bermimpi, hyung?” tanya Neulmi, “kau berharap aku memanggilmu dengan ‘oppa’ sambil ber-aegyo? In your dream!”

Pria di sebelah kiri Neulmi tertawa, “lagipula kau, hyung, sudah tahu Neulmi ini namja, masih juga..”

***

Lima orang itu belok ke kiri, keluar dari gang panjang gelap itu. Jelas sudah figur mereka kini. Sang leader -Jung Yonghwa, berjaket merah, berkaos abu-abu, dengan rambut hitam pendek. Pria gondrong yang terus mencoba menyamai langkah sang leader -Lee Jungshin, bersweater hitam. Sang gadis, yang mereka panggil Neulmi, berjaket biru tua dengan kaos garis-garis memakai celana pendek dan tights hitam. Pria imut di sebelah kirinya -Kang Minhyuk, memakai jaket hitam, dan kaos putih, serta pria yang berambut hitam pendek tampan di sebelah kanan Neulmi -Lee Jonghyun, memakai jaket hitam dan v-neck putih.

“Kau bawa piloks-nya, Jungshin?” tanya Yonghwa, sang leader.

Pria gondrong bernama Jungshin itu mengangguk.

“The show time,” bisik Neulmi.

Yonghwa segera menyemprotkan piloks hitam itu pada dinding, menuliskan sebuah nama yang membuat kelima orang itu tersenyum lebar.

CN BLUE

***

Lima orang itu berjalan menelusuri jembatan penyebrangan. Yonghwa menyemprotkan piloks putih di sepanjang pembatas.

Kelimanya lalu turun.

“Mobil!” Neulmi berseru, menunjuk ke sebuah van hitam, membuat empat pria menoleh padanya dan tersenyum lebar.

“My turn,” Minhyuk mengambil piloks dari tangan Yonghwa dan memenuhi kaca depan van dengan warna hitam dari piloks.

“Astaga, Minhyuk-ah, aku tak tahu kau sehebat itu dalam melukis mobil,” ujar Neulmi sambil merebut piloks dari tangan Neulmi, “my turn, please?”

Belum puas melihat kaca depan van penuh dengan warna hitam, Neulmi menyemprotkan pilos pada badan van. Gadis itu terkikik, ia teringat bagaimana ia mengacaukan karyanya saat TK.

“Dasar bocah,” desis Yonghwa melihat Neulmi.

***

Lima orang itu kini memasuki sebuah gedung bertingkat. Yonghwa membuka pintu, diikuti empat anggota geng-nya.

Seorang satpam menghalau lima anak muda itu, tapi Minhyuk mendorongnya.

“Jangan sok galak, wajahmu tidak cocok,” bisik Neulmi pada Minhyuk.

Jungshin melirik ke arah Neulmi dan Minhyuk sambil menahan tawa mendengar celetukan Neulmi.

***

Yonghwa menekan tombol lift. Neulmi menunggu dengan bosan dan memainkan ujung rambutnya yang bercabang.

Ting!

Lift terbuka, dan seorang satpam keluar, bersiap untuk menghalau lima anak muda ganas di depannya.

“Tch,” desis Jungshin mendorong satpam itu menjauh, dan kelimanya masuk ke lift.

***

Tap tap tap

Kini kelimanya berjalan di lorong-lorong gedung. Neulmi memainkan kuku-kukunya, merasa bosan.

“Kita rusak kamera sekali ini,” Jonghyun mengambil piloks, “my turn.”

Kamera itu ditutupi oleh lukisan hitam piloks yang dlukir Jonghyun.

***

Apa ini? Nggak tau! Yang jelas terinspirasi dari MV Intuition-nya CN Blue.
Yan jelas, MV-nya nggak cuma sampe sini, tapi masih ada lagi, yaitu mereka main band. Sayanya aja lagi males haha. Terus, take a note pls, di MV-nya nggak ada cewek yang bareng anak CN Blue. Saya-nya aja pengen nambahin Neulmi.

DISCLAIMER: Yonghwa, and Jungshin are not mine, but Neulmi, Minhyuk, and Jonghyun are mine :3 The plot is inspired by Intution MV by CN Blue. That band is belong to FnC Entertainment.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s