Time to Love but You had Gone [DRABBLE]

Good person, you’re my first love

The person who taught me love

Never forget you

I remember you

I remember only you

Hyejin melepas headset-nya, menekan tombol pause di iPod-nya, lalu memejamkan mata, menelungkupkan kedua tangannya di atas meja dan menyembunyikan kepalanya di sana.

Kenangan itu terlalu indah untuk dihapus, bukan? Ia sosok yang melekat di pikiran Hyejin. Tak semudah membalikkan telapak tangannya untuk melupakan namja itu.

Perlahan, Hyejin mengangkat kepalanya, pandangannya menubruk cermin kecil yang senantiasa berdiri manis di atas meja belajarnya.

“Rambutku sudah panjang……”

-flashback-

“Yeobo~ kau tahu tidak?”

“Eng?” tanya Hyejin menyuap sesendok kecil es krim stroberi ke mulutnya.

“Kau terlihat lebih cantik dengan rambut pendek ala Jiyeon T-Ara baru-baru ini. Kau sudah liat rambutnya?” tanya namja di sampingnya.

“Belum, memang sebagus apa?”

Namja di sebelahnya mengeluarkan sebuah majalah dari ranselnya.

“Omo! Yeobo~ untuk apa kau membeli majalah yeoja? Astaga”.

“Ya~ nuna ku yang menitipnya. Nah lihat, covernya, Jiyeon T-Ara kan? Wajahmu setipe dengan dia, pasti kau cantik dengan rambut pendek seperti ini”.

“Jinjja?”

-end of flashback-

Hyejin perlahan membuka tarikan laci di mejanya, dan mengambil gunting yang selalu ada di sana.

Srek srek srek.

Tanpa ekspresi, yeoja cantik itu memotong rambut cokelatnya yang sudah tumbuh tak beraturan.

‘I cut my hair short the way you liked it’

———

“Mau ke mana?” seorang wanita melongok dari dapur. Hyejin tak bergeming, ia menyambar hoodie yang tersampir di atas sofa.

“YA! Mau ke mana?!” tanya wanita itu dengan suara lebih tinggi.

“Bukan urusanmu,” Hyejin melirik wanita itu dengan ujung matanya, “eomma”.

———–

Hyejin berjalan kaki, ke arah Namsan Park. Gadis itu melangkahkan kakinya ke lantai atas, tempat di mana banyak pasangan di sana. Pagarnya berupa tanaman dengan banyak love message.

Hyejin meringis pelan, “mungkin aku bisa menemukannya di sini ….”

Gadis itu duduk di sebuah kursi kayu sambil memasang headset di kepalanya. Lagu T-Ara feat Supernova selalu mengiang di kepalanya.

We didn’t forget each other yet

We still want each other

We are still loving

Going seperate ways

Actually, I want to see you

I miss you like crazy

I wait for you forever

In the end, I wait for you

I stop to wonder

I’m going around in circles

Good person, you’re my first love

The person who taught me love

Never forget you

I remember you

I remember only you

———

Jam tangannya sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi Hyejin enggan pulang ke flat-nya. Ia benci tinggal di sana, bertemu eomma tiri-nya, bertemu appa-nya, dan kedua adiknya yang selalu bersikap seakan tak ada yang terjadi dalam hidup Hyejin. Mereka tidak peduli.

Perlahan, Hyejin memasuki sebuah pekarangan luas, dengan banyak batu dan gundukan tanah.

Ya, pemakaman.

Hyejin mengeluarkan sebatang cokelat dari tas-nya, dan sekeping CD juga sebuah box pink kecil.

“Annyeong,” Hyejin berhenti di depan sebuah makam. Gadis itu berjongkok, memejamkan matanya, berdoa.

“Yeobo~ lihat, rambutku pendek lagi lho, aku baru saja memotongnya. Bagaimana? Oh ya, aku juga memakai hoodie pemberianmu. Hoodie ini memang sedikit .. Eww, bau, oke aku memang jarang mencucinya hahaha, oh ya, nomor handphone-ku masih sama, jangan sungkan meneleponku ….”

Hyejin menitikkan air matanya, memejamkan matanya, “flatku masih sama, mini-hompyku tidak ganti url, mungkin setelah kau ke sana, kau lebih mudah menemukanku .. Aku berjalan-jalan dengan baju darimu ke Namsan Park! Tempat pertama kali kita berkencan … aku ingin begitu kau melihatku, kau .. Kembali padaku”.

Hyejin meletakkan sebatang cokelat, “ini cokelat darimu saat valentine. Harusnya aku yang memberimu, babo! Terus oh ya,” Hyejin mengeluarkan sekeping CD, “Chris Brown. Like it?” Lalu Hyejin mengeluarkan box kecil, “ada bon restoran, tiket bioskop, foto-foto, aku menyimpannya di memoriku, jadi takkan lupa. Simpanlah ini semua”.

Hyejin lalu menangis, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Ddo babo gateun malbbuya,” Hyejin berbisik pada dirinya sendiri.

Ia sudah pergi.

Takkan bisa kembali.

Sekeras apapun usaha Hyejin.

Percuma ia memotong rambutnya, tak ada lagi yang memujinya, “yeppo”.

Percuma ia memakai hoodie dari namja-nya, tak ada yang akan memedulikannya.

Percuma ia ke Namsan Park berharap bertemu dengan namja-nya.

Namja-nya ada di dunia yang berbeda.

Di dalam dekapan Tuhan, mungkin?

Tak ada yang tahu.

Hyejin bangkit, “jeongmal saranghaeyo”.

Lalu gadis itu membungkuk, dan meninggalkan makam itu.

————

Jelek amat nih drabble?? *lemparhape* aduh maaf ya drabble-nya jelek -____-V tadinya mau terinspirasi lagu T-Ara feat Supernova yg Time to Love eh malah jadi gagal begini ;_; *curhat* anyway ini bukan fanfic ya, cuma drabble aja. Hyejin itu OC buatan saya hehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s